Berita Sleman Hari Ini
Cerita Peternak di Ngemplak Sleman di Masa Wabah PMK, Sedih Sapinya Tidak Mau Makan
Peternak adalah orang paling dirugikan ketika wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Rumput, growol, dedah, kolonjono, pun dia sediakan agar keadaan bisa kembali sedia kala.
Agar tambah vitamin C, Slamet memeraskan jeruk lemon dan diminumkan ke sapi.
“Tidak mahal lah, demi ternak biar sehat,” tambahnya.
Baca juga: Usulan FKH UGM untuk Penanggulangan PMK : Karantina hingga Penutupan Pasar Hewan
Peternak Paling Dirugikan
Sapi Slamet yang selamat setelah terkena PMK adalah salah satu cerita pedih, bahwa peternak adalah orang paling dirugikan ketika wabah itu menyerang.
Tiga sapi milik Slamet itu juga hanya sebagian kecil ternak terpapar dari jumlah yang ada di Kandang Kelompok Ternak Mulya Sari, Dusun Krebet, Ngemplak, Sleman.
“Di sini itu ada 50 sapi sebenarnya. Kalau tidak ada PMK, bisa laku semua saat Iduladha nanti. Cuma, karena kahanan begini ya hanya laku 15-20 ekor saja,” jelas Agus Triono, Ketua Kelompok Ternak Mulya Sari.
PMK mewabah di kandang kelompoknya sudah sejak akhir Mei 2022.
Awal kejadian, hanya ada tiga sapi yang terpapar PMK .
Akan tetapi, tiga hari kemudian, ada lebih banyak sapi yang terjangkit, menyebabkan penanganan PMK harus ekstra.
“Kami tidak tega kalau harus lockdown kandang, namanya juga orang desa. Sekarang yang penting, sapi-sapi disini dipulihkan dulu. Ini sudah mulai sehat,” tambahnya. ( Tribunjogja.com )