Berita Sleman Hari Ini
Antisipasi Wabah PMK, Peternak Widodomartani Sleman Transaksi Jual Beli Sapi Secara Online
Ketua Kelompok Ternak setempat, Mintohartono menyebutkan, saat ini pihaknya lebih banyak berinteraksi dengan calon pembeli sapi secara online atau Dar
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) turut menjadi wabah di Kabupaten Sleman .
Untuk itu, Kelompok Ternak Taruna Mandiri, Padukuhan Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Sleman mewajibkan siapapun orang yang mau membeli sapi dari kelompok itu harus melalui jalur daring.
Ketua Kelompok Ternak setempat, Mintohartono menyebutkan, saat ini pihaknya lebih banyak berinteraksi dengan calon pembeli sapi secara online atau Daring .
Dia menjelaskan, pihaknya bakal mengunggah dan mengirimkan foto serta video ternak yang siap jual, kepada calon pembeli.
Baca juga: Sampah Berserakan di Area KSPN Borobudur, Pelaku Wisata Berharap Segera Ada Solusi
Bila ada kecocokan dan masih ingin melihat langsung, maka calon pembeli diperkenankan melihat sapi di kandang.
Namun, di masa wabah PMK seperti sekarang, interaksi lebih ketat diterapkan untuk mencegah penularan kepada sapi-sapi di kandang.
"Motor dari luar tidak boleh masuk. Yang boleh masuk hanya motor milik peternak sapi di kandang," kata dia ketika ditemui di sela-sela pengecekan ternak oleh tim Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (22/6/2022).
Demikian juga, tidak boleh ada calon pembeli maupun makelar sapi masuk ke kandang.
"Blantik (makelar sapi) dan bakul (penjual sapi) jangan sampai masuk. Mobil mereka sudah dari pasar dan sudah ke mana-mana. Kejadian (penularan PMK) yang ada itu kan bakul masuk kandang, kena satu kena semua," kata Minto.
Baginya, aturan keluar-masuk kandang bisa lebih longgar hanya untuk peternak setempat. Sebagai ketua, Minto sudah hafal dengan lalulintas dan mobilitas para peternak.
Baca juga: PSS Sleman Akan Bertolak ke Solo Selepas Makan Siang Besok, Formasi Pemain Belum Ditentukan
“Maaf, kalau orang asing, misal dari pasar, dari jalan sudah ketemu angkutan sapi dari mana saja. Kalau di sini, tidak sembarang bisa masuk. Saya benar-benar ketat urusan ini,” paparnya.
Untuk mencegah penularan PMK kepada ternak di kandangnya, peternak juga menambahkan asupan vitamin dan mineral serta air minum lebih banyak kepada ternak.
Selain itu juga menyemprotkan eco enzym dan cairan disinfeksi rutin lima hari sekali. (ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-sapi-kurban.jpg)