Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Sampah Berserakan di Area KSPN Borobudur, Pelaku Wisata Berharap Segera Ada Solusi

Para pelaku wisata di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah meminta persoalan sampah di area KSPN

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Kotak-kotak sampah terlihat penuh di Jalan Bandrawati, Borobudur, Magelang, Rabu (22/06/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Para pelaku wisata di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah meminta persoalan sampah di area KSPN harus segera ditemukan solusi terkait pengelolaannya.

Ketua Forum Rembuk Klaster Pariwisata Borobudur, Kirno Prasojo menjelaskan, seharusnya dalam pengelolaan sampah dilakukan secara berkesinambungan.

"Yang namanya mengelola sampah , dari hulu ke hilir harus berkesinambungan. Jelas ( sampah ) sangat mengganggu (iklim pariwisata). Ini dibuatkan kotak sampah , tetapi (tidak tahu) siapa yang mengelola. Belum ada kesinambungan," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/06/2022).

Baca juga: PSS Sleman Akan Bertolak ke Solo Selepas Makan Siang Besok, Formasi Pemain Belum Ditentukan

Diketahui, sampah yang berserakan di area KSPN Borobudur berasal dari hubungan komunikasi yang buruk antara pemerintah pusat dan daerah.

Berawal, dari pengadaan kotak-kotak sampah di area KSPN oleh kementerian PUPR.

Namun, tidak dikoordinasikan dengan pemerintah setempat yakni Dinas Linkungan Hidup Kabupaten Magelang .

Sehingga, sampah itupun dibiarkan menumpuk hingga berceceran. Karena, dari sisi Pemda beranggapan itu bukan bagian dari kewenangannya.

Kirno pun menambahkan, jika persoalan pengelolaan sampah dibiarkan berlarut-larut tanpa ada solusi dikhawatirkan akan merusak dan mengganggu Sapta Pesona Pariwisata.

Apalagi, kawasan Borobudur merupakan destinasi wisata vital yang menjadi magnet bagi para wisatawan.

"Solusinya harus ketemu.  (Jangan) salah-salahan, pusat merasa sudah membuatkan padahal kabupaten belum serah terima. Harus ada pengelolanya. Itu sangat mengganggu sekali di pariwisata,  terutama Sapta pesona yakni aman, tertib, bersih, indah, ramah, dan kenangan,"terangnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Ketua Komunitas VW Cabrio Borobudur Prana Aji.

Ia mengatakan, pembangunan fisik yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan berfaedah jika tidak disertai pemeliharaan.

"Kalau tidak disertai dengan pemeliharaan, termasuk kebersihan tidak disertakan, tidak ada faedahnya, kurang manfaat. Kalau sampah berserakan, jadi kumuh. Pariwisata paling pokok itu kebersihan sudah melekat dengan pembangunan fisik," tuturnya.

Baca juga: PLN Berikan Bantuan Kepada PKL di Sragen, Ada Gerobak Hingga Kompor Induksi

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved