Cara Pencegahan Pernularan Subvarian BA.4 dan BA.5, Jalankan Prokes Secara Disiplin
Menjalankan protokol kesehatan secara disiplin masih menjadi cara yang paling efektif untuk mencegah penularan subvarian BA.4 dan BA.5 ini.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Selain lebih cepat menular, perubahan karakteristik varian-varian baru ini juga mampu menembus kekebalan tubuh pasca-infeksi Covid-19 dari varian sebelumnya.
Namun demikian, simpulan ini masih bersifat sementara dan membutuhkan studi lanjutan, serta tidak ditemukan indikasi varian ini menyebabkan gejala lebih parah.
Menurut European Centre for Disease Prevention and Control, peluang penularannya lebih menurun jika seseorang telah divaksin dibandingkan yang belum walau sudah terinfeksi sebelumnya.
Puncak kasus akibat BA.4 dan BA.5 sekitar 20.000 per hari
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan bahwa subvarian BA.4 dan BA.5 dapat membuat kasus bertambah hingga 20.000 per hari.
Menurutnya, hitungan itu berdasar pada analisis perbandingan dengan puncak kasus harian akibat penularan varian Delta dan Omicron.
"Jadi kalau kita Delta dan omicron puncaknya di 60.000 kasus sehari, kira-kira nanti ya estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20.000 per hari karena kita pernah sampai 60.000 per hari paling tinggi," ujar Budi, dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/6/2022).
Namun demikian, Budi berujar, tingkat kematian atau fatality rate akibat BA.4 dan BA.5 akan jauh lebih rendah dibandingkan kematian akibat varian Delta dan Omicron.
"Mungkin 1/12 atau 1/10 dari Delta dan Omicron, jadi kita percaya bahwa nanti akan ada kenaikan kira-kira maksimalnya mungkin 20.000 per hari gitu," jelas Budi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menteri-kesehatan-menkes-budi-gunadi-sadikin.jpg)