Polisi Kembali Tercoreng, Bintara Remaja Polda Kepri Tewas Diduga Dianiaya Senior di Mess

Bripda Natanael Simanungkalit dilaporkan tewas dengan kondisi tubuh penuh luka lebam di asrama kepolisian

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.COM/PARTAHI FERNANDO WILBERT SIRAI
Suasana rumah duka Bripda Natanael Simanungkalit di Perumahan Buana Mas 2, Sagulung, Selasa (14/4/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, BATAM -  Institusi kepolisian kembali tercoreng oleh dugaan kekerasan sesama anggota setelah Bripda Natanael Simanungkalit dilaporkan tewas dengan kondisi tubuh penuh luka lebam, Senin (13/4/2026) malam. 

Korban merupakan anggota bintara remaja Polda Kepri yang baru mulai bertugas menjadi anggota polisi sejak awal Januari 2026 ini.

Kematian Bripda Natanael membuat pihak keluarga kehilangan sosok yang dikenal pendiam tersebut.

Pihak keluarga minta kematian Bripda Natanael diusut tuntas dan terang benerang.

Dikutip dari Kompas.com, Paman korban, Jefri Simanungkalit mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima penjelasan secara detail terkait penyebab kematian korban.

Pihak keluarga hanya mendapatkan kabar mengenai kematian Bripda Natanael dari senior-senior korban.

“Kami hanya dikabari oleh seniornya ada insiden. Sekitar pukul 03.00 WIB dinihari tadi. Tidak ada penjelasan yang jelas sebelumnya, tiba-tiba sudah seperti itu,” ujarnya saat ditemui di rumah duka di Perumahan Buana Mas 2, Sagulung, Selasa (14/4/2026) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Jefri, pihak keluarga mendapati luka yang tidak wajar di sekujur tubuh Bripda Natanael.

Saat berada di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, tubuh jenazah Bripda Natanael terlihat memar-memar.

“Sudah kaku, tegang. Kondisinya babak belur, setengah badan memar. Banyak lebam di tubuh, di lengan, ketiak, kepala bagian belakang juga membiru, kecuali kakinya saja yang tidak kenapa-kenapa. Kalau lihat kondisinya, tidak mungkin satu orang, sepertinya dikeroyok,” jelasnya. 

Baca juga: Pelecehan Verbal di FH UI, Pakar UMY: Sanksi Internal Kampus Wajib Ditegakkan, Berpotensi Pidana

Sempat Berkomunikasi dengan Orangtua

Sebelum meninggal dunia, Bripda Natanael sebenarnya masih sempat berkomunikasi dengan kedua orangtuanya.

Bripda Natanael menghubungi kedua orang tuanya melalui panggilan video sekitar pukul 20.00 WIB.

“Biasanya dia menelepon, menceritakan kesehariannya kepada orangtua,” kata Jefri. 

Sementara itu Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricilia Ohei membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap anggota bintara muda tersebut.

Menurutnya, peristiwa penganiayaan itu terjadi di Mess Bintara Remaja Polda Kepri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved