Cara Pencegahan Pernularan Subvarian BA.4 dan BA.5, Jalankan Prokes Secara Disiplin

Menjalankan protokol kesehatan secara disiplin masih menjadi cara yang paling efektif untuk mencegah penularan subvarian BA.4 dan BA.5 ini.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.via Tribunnews
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah sudah mendeteksi 8 kasus subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia.

Meski jumlahnya belum signifikan, namun semua harus waspada terhadap varian yang awalnya terdeteksi di Afrika Selatan tersebut.

Menjalankan protokol kesehatan secara disiplin masih menjadi cara yang paling efektif untuk mencegah penularan subvarian BA.4 dan BA.5 ini.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan saat ini pemerintah berusaha maksimal untuk mengantisipasi penularan subvarian baru ini agar tidak meluas.

Salah satunya dengan meningkatkan whole genome sequencing (WGS).

Selain juga melakukan studi epidemiologi sebaran varian, dan memastikan efektivitas alat testing khususnya di pintu-pintu masuk.

"Hal ini diharapkan dapat mendeteksi dan menangani kasus dengan varian baru dengan baik," ujarnya, dikutip dari laman covid19.go.id, Selasa (14/6/2022) seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Ia mengatakan, munculnya varian baru tidak bisa dihindarkan.

Namun, bisa dicegah penyebarannya dengan menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat.

"Surveilans epidemiologi akan terus dilakukan oleh pemerintah, untuk memantau perkembangan varian baru sekaligus melakukan analisis varian baru dari berbagai negara untuk ke depannya dapat mengambil langkah kebijakan yang tepat," ucapnya.

Kemudian, setiap orang ditekankan untuk meningkatkan kesadaran pribadi menjalankan protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku dan segera vaksinasi bagi yang belum.

Wiku bilang, para ahli bersepakat bahwa vaksin masih cukup efektif meningkatkan perlindungan dari beberapa varian baru.

"Kita tentunya berharap, tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan walaupun ditemukannya varian baru. Karena pada prinsipnya kasus yang terjaring akan melalui prosedur isolasi sampai dinyatakan negatif atau sembuh," jelas Wiku.

Baca juga: Pemerintah Prediksi Puncak Penularan Subvarian BA.4 dan BA.5 Akhir Juli, Kasus Bisa 20 Ribu Per Hari

Cepat Menular

Wiku mengungkapkan varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini dengan cepat dan masif meluas ke berbagai negara dan menyebabkan lonjakan kasus.

Selain lebih cepat menular, perubahan karakteristik varian-varian baru ini juga mampu menembus kekebalan tubuh pasca-infeksi Covid-19 dari varian sebelumnya.

Namun demikian, simpulan ini masih bersifat sementara dan membutuhkan studi lanjutan, serta tidak ditemukan indikasi varian ini menyebabkan gejala lebih parah.

Menurut European Centre for Disease Prevention and Control, peluang penularannya lebih menurun jika seseorang telah divaksin dibandingkan yang belum walau sudah terinfeksi sebelumnya.

Puncak kasus akibat BA.4 dan BA.5 sekitar 20.000 per hari

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan bahwa subvarian BA.4 dan BA.5 dapat membuat kasus bertambah hingga 20.000 per hari.

Menurutnya, hitungan itu berdasar pada analisis perbandingan dengan puncak kasus harian akibat penularan varian Delta dan Omicron.

"Jadi kalau kita Delta dan omicron puncaknya di 60.000 kasus sehari, kira-kira nanti ya estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20.000 per hari karena kita pernah sampai 60.000 per hari paling tinggi," ujar Budi, dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/6/2022).

Namun demikian, Budi berujar, tingkat kematian atau fatality rate akibat BA.4 dan BA.5 akan jauh lebih rendah dibandingkan kematian akibat varian Delta dan Omicron.

"Mungkin 1/12 atau 1/10 dari Delta dan Omicron, jadi kita percaya bahwa nanti akan ada kenaikan kira-kira maksimalnya mungkin 20.000 per hari gitu," jelas Budi. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved