Terkait Pelarangan Bagi Pedagang di Zona Dua Candi Borobudur, Ini Tanggapan TWC

PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) memberi tanggapan terkait adanya keluhan para pedagang asongan yang tidak bisa berjualan

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Ilustrasi, Suasana penjualan di area Pintu 5 Candi Borobudur, Senin (13/06/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) memberi tanggapan terkait adanya keluhan para pedagang asongan yang tidak bisa berjualan di area yang dikelolanya.

Marketing & Sales Vice President TWC sekaligus merangkap Wakil Sekretaris General Manajer Unit Borobudur & Manohara, Pujo Suwarno mengatakan, pihaknya sudah memberikan solusi terkait hal tersebut.

"Kan sudah dikasih solusi (untuk berjualan) di luar oleh manajemen yang dulu. Kelihatannya di parkiran. Yang jelas mereka sudah punya lapak, mereka sudah punya tempat terus ana sing didol, ana sing anu, jadi banyak sekali yang sudah duwe enggon dianu, dipindahtangankan," tuturnya.

Baca juga: Tak Hanya Tangani Api, Damkar Gunungkidul Juga Bantu Penyelamatan Hewan Peliharaan

"Jadi saya lagi kemarin ngobrol dengan kepala desa tuksongo, aktivitasnya kita ramaikan di desa, ora perlu gerudukan ning jero, tapi kapan tertibe awake dewe kalau luape ning jero,"ujarnya lagi.

Sementara itu, tujuan adanya pelarangan berjualan di area tersebut, Pujo menuturkan, sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

"Kita ingin wisatawan ke borobudur nyaman, tidak banyak. Yang jelas data di kami sebenarnya mereka sudah punya lapak di dalam, kalau lokasi depan museum itu sesuai kebijakan manajemen bukan lokasi berjualan," terangnya.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Dorong Program Mekaar untuk Lansia Kota Yogyakarta

Kemudian terkait area Concourse  (area terbuka) di Candi Borobudur yang juga menjadi keluhan para pedagang diduga dijadikan stand jualan oleh pihak TWC.

Ia mengatakan, akan melakukan pengecekan pada area tersebut.

"Nanti saya cek, aku kan anyar (baru). Artinya semua harus ditertibkan," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved