Berantas DBD, Bupati Bantul Sebar Nyamuk Pembunuh Virus Dengue di 11 Kapanewon
Bupati Abdul Halim menerangkan, nyamuk dengan bakteri Wolbachia akan kawin dengan nyamuk dengue dan membuat virusnya mati atau tidak efektif.
Penulis: IJS | Editor: APS
TRIBUNJOGJA.com – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, demam berdarah dengue (DBD) telah memakan korban banyak orang, mulai anak-anak sampai orang tua.
“Kita pun harus melakukan upaya terobosan, salah satunya bekerja sama dengan World Mosquito Program (WMP), yang punya teknologi Wolbachia," ujarnya.
Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul meluncurkan program “Wolbachia wis Masuk Bantul" atau WOW Mantul.
Dia mengatakan itu saat menyebar ember berisi telur nyamuk dengan Wolbachia bersama Dinkes Bantul di 519 padukuhan di 11 kapanewon, Selasa (24/5/2022).
Bupati Abdul Halim menerangkan, teknologi tersebut bekerja dengan menyuntikkan bakteri Wolbachia ke telur nyamuk yang nantinya menetas menjadi nyamuk Wolbachia.
Baca juga: Bupati Bantul Usulkan Solusi Penanganan Sampah TPST Piyungan
Nyamuk yang telah terinfeksi bakteri Wolbachia akan mengawini nyamuk yang lain dan membuat virus dengue mati atau tidak efektif.
"Ada yang tanya, mengatasi DBD kok malah menyebar nyamuk? Inilah yang disebut teknologi Wolbachia yang sudah diteliti efektivitasnya. Saya berharap, masyarakat mendukung program ini, masyarakat harus percaya," jelasnya dalam siaran pers, Senin (30/5/2022).
Project Leader WMP Yogyakarta Adi Utarini menyatakan, sekitar 19.437 ember berisi telur nyamuk Wolbachia akan dititipkan di hunian masyarakat dan fasilitas umum yang akan menjadi orang tua asuh (OTA) ember tersebut.
Dia berharap, selama kurang lebih enam bulan ke depan, nyamuk Wolbachia yang keluar dari ember tersebut akan kawin dengan nyamuk lokal dan menghasilkan keturunan yang sudah terkontaminasi Wolbachia.
"Penelitian kami lakukan di Kota Yogyakarta pada 2020 silam. Kami membagi menjadi dua wilayah, yang satu dengan Wolbachia yang satu program biasa. Dari situ kami mengetahui wilayah yang ada Wolbachia kasus dengue turun mencapai 77 persen," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Bantul Sebut Permasalahan Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama
Perempuan yang akrab disapa Uut itu menambahkan, program yang dilakukan di Kabupaten Bantul saat ini bukan lagi sebuah penelitian. Pihaknya sudah menerapkan teknologi ini secara luas.
"Insya Allah di 11 Kapanewon, 38 desa akan bertahap kami titipi ember. Baru setelah nyamuk dengan Wolbachia ada di Bantul, harapannya kasus dengue menurun karena sudah kawin dengan nyamuk setempat," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul Agus Budiraharja menyebutkan, selama ini kasus DBD di Bantul menempati posisi teratas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bergantian dengan wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta.
Data Dinkes Bantul menunjukkan, terdapat 410 kasus DBD di Kabupaten Bantul dengan pasien meninggal satu orang pada 2021. Kemudian data hingga Mei 2022 menunjukkan bahwa terdapat 403 kasus DBD tanpa pasien meninggal dunia.
Agus menilai, teknologi Wolbachia digadang-gadang menjadi salah satu strategi yang akan melengkapi upaya pengendalian DBD di Bantul.
Baca juga: Bupati Bantul Abdul Halim Ingin Perjalanan Mudik dan Arus Balik Berjalan Aman, Lancar, Sehat
“Wolbachia sebagai bakteri alami yang ditemukan pada 60 persen serangga ini mampu bekerja menghambat replikasi virus dengue pada tubuh nyamuk aedes aegypti sehingga mencegah penularan virus dengue ke tubuh manusia," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Abdul-Halim-Muslih-melaunching-program-WoW-Mantul.jpg)