Berita Bantul Hari Ini
19 Ribu Ember Nyamuk ber-Wolbachia Disebar di Bantul untuk Tekan Kasus DBD
Nyamuk ber-wolbachia yang menetas dapat kawin dengan nyamuk lokal dan dapat mematikan virus dangue penyebab penyakit Demam Berdarah Dangue ( DBD ).
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Bantul melalui Dinas Kesehatan bersama World Mosquito Program (WMP) meluncurkan program bertajuk Wolbachia wis Masuk Bantul atau WOW Mantul, Selasa (24/5/2022).
Melalui program ini Dinkes bersama WMP akan menyebar ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia, dengan demikian nyamuk ber-wolbachia yang menetas dapat kawin dengan nyamuk lokal dan dapat mematikan virus dangue penyebab penyakit Demam Berdarah Dangue ( DBD ).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memaparkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menjaga kesehatan masyarakat di mana salah satu penyakit yang berbahaya adalah DBD .
"Data menunjukkan bahwa DBD ini telah memakan korban banyak orang, mulai anak-anak sampai orang tua. Sehingga kita harus melakukan upaya trobosan, salah satunya bekerja sama dengan WMP yang punya teknologi Wolbachia ," ujarnya.
Baca juga: UGM dan WMP Yogyakarta Sabet Penghargaan MURI, Pelopor Penelitian Nyamuk ber-Wolbachia
Teknologi ini menyuntikkan bakteri Wolbachia ke telur nyamuk, ketika nanti menetas kemudian menjadi nyamuk ber-wolbachia.
Nyamuk tersebut akan mengawini nyamuk yang lain dan membuat virus dangue mati atau sudah tidak efektif.
Karena Bantul memiliki wilayah yang luas, maka ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia di 519 padukuhan yang tersebar di 11 Kapanewon.
"Saya berharap masyarakat mendukung program ini, masyarakat harus percaya. Ada yang tanya mengatasi DBD kok malah menyebar nyamuk? Ini lah yang disebut teknologi Wolbachia yang sudah diteliti efektivitasnya,"
Sementara itu Project Leader WMP Yogyakarta dr. Adi Utarini menyatakan sekitar 19.437 ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia akan dititipkan di hunian masyarakat dan fasilitas umum yang akan menjadi orang tua asuh (OTA) ember tersebut.
Selama kurang lebih 6 bulan ke depan harapannya nyamuk ber-wolbachia yang keluar dari ember tersebut akan kawin dengan nyamuk lokal dan menghasilkan keturunan yang sudah ber-wolbachia.
"Penelitian yang kami lakukan di kota Yogyakarta pada 2020 silam, kita membagi menjadi dua wilayah, yang satu dengan Wolbachia yang satu program biasa. Dari situ kita mengetahui wilayah yang ada Wolbachia kasus dangue turun mencapai 77 persen," ungkapnya.
Baca juga: Atasi DBD dengan Nyamuk Ber-Wolbachia, Pemkab Bantul Luncurkan Program Wow Mantul
Perempuan yang akrab disapa Uut ini mengatakan bahwa apa yang dilakukan di Kabupaten Bantul saat ini sudah bukan lagi sebuah penelitian.
Pihaknya sudah menerapkan teknologi ini secara luas.
"Insyaallah di 11 Kapanewon, 38 desa akan bertahap kita titipi ember. Baru setelah nyamuk ber-wolbachia ada di Bantul, harapannya kasus dangue menurun karena sudah kawin dengan nyamuk setempat," terangnya.
Adapun, penitipan ember nyamuk telah dimulai pada 23 Mei kemarin, dan akan berlangsung sekitar 6 bulan, sampai dengan November 2022.