Breaking News:

UGM dan WMP Yogyakarta Sabet Penghargaan MURI, Pelopor Penelitian Nyamuk ber-Wolbachia

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)

Istimewa
Staf Diagnostik WMP Yogyakarta menunjukkan sampel nyamuk proses ekstraksi DNA untuk mengetahui kandungan Wolbachia dalam Aedes aegypti 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelopor penelitian dengan teknik penggunaan nyamuk ber-Wolbachia untuk mengurangi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penghargaan diterima oleh Prof dr Adi Utarini MSc MPH PhD saat menjadi narasumber dalam talkshow Jaya Suprana Show, pada 22 Januari 2021 lalu. 

“Kami merasa bangga atas penghargaan ini. Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Pusat Kedokteran Tropis, FKKMK Universitas Gadjah Mada, bersama Monash University, dan atas dukungan pendanaan penuh  dari Yayasan Tahija selama 10 tahun terakhir. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan memohon doa agar penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” ujar Prof UUt, sapaan akrabnya.

Baca juga: Masih Ada Pedagang Pasar Tradisional di Sleman yang Takut Disuntik Vaksin Covid-19

Sementara Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng bersyukur atas anugerah MURI yang diterima.

Penghargaan tersebut merupakan sebuah pencapaian yang sangat membanggakan bagi UGM.

Penelitian pengendalian DBD yang dilakukan oleh WMP Yogyakarta bersama UGM dan didukung oleh Yayasan Tahija dalam mengembangkan teknologi Wolbachia untuk pengendalian DBD merupakan inovasi yang sangat 
bagus dengan hasil efikasi Wolbachia yang tinggi dalam menurunkan 77% kasus DBD.

Inovasi ini menjadi  sumbangsih universitas bagi dunia kesehatan Indonesia dan dunia. 

Panut pun berharap kerjasama lembaga pendidikan dengan lembaga filantropi seperti Yayasan Tahija perlu terus dikembangkan agar menghasilkan inovasi-inovasi yang solutif atas permasalahan di masyarakat.

Dukungan pemerintah untuk implementasi secara luas terhadap hasil-hasil riset yang telah terbukti bermanfaat juga sangat diharapkan.

"Khusus untuk teknologi Wolbachia semoga bisa diimplementasikan di daerah lainnya di luar Yogyakarta, terutama daerah-daerah dengan kasus DBD yang tinggi," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved