Resmi Dilantik, Ini yang Akan Dilakukan Penjabat Bupati Kulon Progo dan Wali Kota Yogyakarta
Ditemui usai pelantikan, Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengaku siap melaksanakan segala arahan yang disampaikan Gubernur DIY
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penjabat Wali Kota Yogyakarta dan Bupati Kulon Progo resmi dilantik oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Minggu (22/5/2022).
Dua penjabat yang dilantik adalah Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY, Sumadi sebagai Wali Kota Yogya serta Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Setda DIY, Tri Saktiyana sebagai Bupati Kulon Progo.
Seperti diketahui, masa jabatan kedua kepala daerah periode 2017-2022 berakhir tepat pada hari ini.
Baca juga: Ketua Komisi I DPR RI Sebut Indeks Kualitas Penyiaran Harus Berdasarkan Undang-undang
Karena proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baru dilaksanakan pada 2024 mendatang, maka kekosongan kursi kepala daerah perlu segera diisi oleh seorang penjabat hingga kepala daerah definitif dilantik.
Ditemui usai pelantikan, Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengaku siap melaksanakan segala arahan yang disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dalam waktu dekat, dirinya berencana untuk menemui mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti beserta wakilnya yakni Heroe Poerwadi guna membahas program prioritas yang perlu diselenggarakan.
"Sesuai arahan siap melaksanakan, nanti koordinasi dengan pejabat di kota Yogya dan sembari sowan ke pak wali dan pak wawali periode sebelumnya, apa prioritas prioritas yang dilanjutkan," terang Sumadi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Minggu (22/5/2022).
Sementara itu, Penjabat Bupati Kulon, Tri Saktiyana akan berfokus pada program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Ketua DPD LDII Kulon Progo: Ada 3 Ciri Yang Harus Dimiliki Ketua Pengurus
Pasalnya, dibandingkan wilayah lain, Kabupaten Kulon Progo memiliki persentase penduduk miskin yang lebih tinggi.
"Dibanding kota persentase kemiskinan di Kulon Progo lebih tinggi sedikit lalu usia harapan hidup lebih panjang. Sehingga barangkali perlu hal khusus, jangan sampai harapan hidup panjang tapi persentase kemiskinan tinggi," terangnya.
Tri mengaku telah dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni oleh Bupati Kulon Progo Sutedjo soal kondisi di wilayah yang akan dipimpinnya tersebut.
"Sudah dibekali landasan konsep yang bagus oleh bupati dan wabup yang lama," terangnya. (tro)