Berita Sleman Hari Ini

Wisatawan di Tebing Breksi Tetap Diimbau Bermasker, Meski Sudah Ada Kelonggaran 

Pengelola taman wisata Tebing Breksi masih mengimbau kepada pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 , terutama memakai masker .

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Sejumlah wisatawan sedang berkunjung di taman wisata tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Rabu (17/5/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengelola taman wisata Tebing Breksi di Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman masih mengimbau kepada pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 , terutama memakai masker .

Hal ini dilakukan demi kehati-hatian bersama.

Meskipun Presiden Joko Widodo telah membolehkan untuk melepas masker di ruang terbuka yang tidak padat orang. 

Koordinator Humas dan Informasi Taman Wisata Breksi , Muhamad Halim mengatakan, kebijakan kelonggaran bermasker yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo masih bersifat imbauan.

Baca juga: Dinas Pariwisata DIY Berharap Tebing Breksi Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

Sebab, kelonggaran tak bermasker bisa dilakukan masyarakat di tempat yang tidak banyak orang.

Padahal, di Tebing Breksi , terutama pada akhir pekan, ramai dikunjungi ribuan wisatawan.

Karenanya, imbauan bermasker hingga saat ini masih diterapkan di wisata yang ada di Sleman bagian timur itu. 

"Imbauan (masker) masih tetap dilakukan. Agar kita tetap berhati-hati. Breksi itu kan Sabtu- Minggu ramai. Sekarang, pandemi belum berakhir, tapi menuju ke sana, iya. Jadi wisatawan masih diimbau prokes," kata dia, ditemui Rabu (18/5/2022). 

Menurut dia, imbauan prokes kini lebih universal, tidak khusus kepada masing-masing personal.

Artinya, pengelola tidak lagi menghampiri pengunjung satu persatu yang enggan menggunakan masker seperti saat sebelumnya.

Melainkan hanya diimbau lewat pengeras suara maupun papan-papan imbauan prokokol kesehatan yang sudah ada. 

Begitu juga dengan aplikasi PeduliLindungi, alat tersebut hingga saat ini masih ada di Tebing Breksi .

Baca juga: Penggunaan Masker Diperlonggar, Bupati Sleman Masih Tunggu Kebijakan Gubernur 

Tetapi, semenjak vaksinasi booster semakin gencar dan kini prokes telah diperlonggar, wisatawan yang datang apalagi sudah vaksin tiga kali telah diberikan kebebasan, mau menggunakan aplikasi ataupun tidak.

Semua kebijakan itu, dilakukan demi kenyamanan bersama.

"Alat PeduliLindungi masih. Tapi dibebaskan. Mau dipake boleh, gak dipake juga gak papa," kata Halim. 

Lebih lanjut, ia mengaku senang dengan adanya kebijakan melanggarkan penggunaan masker ini.

Pasalnya, kebijakan ini bakal menjadi angin segar bagi pengelola wisata, pelaku wisata maupun pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Wisatawan yang datang semakin nyaman. 

Diungkapkan Halim, taman wisata Tebing Breksi pasca lebaran ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Puncaknya, pada longweekend 15 Mei lalu, jumlah kunjungan mencapai lebih dari 7 ribu wisatawan dalam sehari. Dengan jumlah kunjungan tersebut, ia mengaku sangat bersyukur meskipun belum bisa mengalahkan angka kunjungan sebelum pandemi tahun 2019 yang bisa menembus 17 ribu sehari. 

"Di masa seperti ini, kunjungan sebanyak itu membuat kami sangat bersyukur," kata dia. 

Baca juga: Lepas Masker di Tempat Terbuka Dipersilakan, Ini Pesan Kepala Dinas Kesehatan DIY

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (17/5/2022) telah mengumumkan kebijakan terkait pelonggaran penggunaan masker .

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diperbolehkan tidak memakai masker.

Sedangkan, masyarakat yang sedang berada di ruangan tertutup tetap harus menggunakan masker.

Selain itu, lansia dan orang dengan komorbid juga tetap disarankan memakai masker.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman , dr Khamidah Yuliati mengatakan, kebijakan kelonggaran penggunaan masker ini sebaiknya disikapi dengan bijaksana dan berfikir jernih. 

"Karena (kebijakan lepas masker di ruang terbuka) itu sudah diumumkan, ya monggo disikapi secara bijaksana dan berpikir secara jernih. Kita pribadi memang harus menentukan pilihan. Akan tetap bermasker atau lepas masker . Sumonggo. Ini benar- benar pilihan," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved