Berita Kota Yogya Hari Ini

Kurangi Ketergantungan TPST Piyungan, Pemkot Yogya Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah

Persiapan untuk merealisasikan pengolahan sampah di Kota Yogyakarta terus dilakukan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Tumpukan sampah di sekitar depo sebelah timur Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Rabu (11/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta tengah mempersiapkan teknologi pengolahan sampahnya sendiri, untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPST Piyungan, Kabupaten Bantul.

Sesuai rencana, teknologi tersebut bakal terealisasi pada tahun depan.

Sebagai informasi, ditutupnya TPST Piyungan sejak Sabtu (7/5/2022) lalu, memang sangat berdampak pada kota pelajar.

Bagaimana tidak, selepas libur lebaran, produksi sampah mengalami lonjakan hingga 15 persen.

Baca juga: Sampah di TPS Lempuyangan Meluber ke Jalan, Arus Lalin Tersendat

Alhasil, per harinya, ada sekitar 370 ton sampah yang kini menumpuk.

Wakil Wali Kota Yogyakarta , Heroe Poerwadi mengatakan, persiapan untuk merealisasikan pengolahan sampah terus dilakukan.

Mulai dari mempersiapkan lahan yang benar-benar memungkinkan, hingga menentukan mesin pengolah sampah yang tepat dan minim polemik lingkungan.

"Harapannya 2023 nanti kita sudah punya itu. Sehingga, masalah-masalah seperti ini, saat TPST Piyungan tidak bisa beroperasi, tidak terjadi lagi," katanya, Rabu (11/5/2022).

Heroe pun tidak menampik, 440 bank sampah yang kini sudah berdiri di Kota Yogyakarta, serta sejumlah titik pengolahan sampah di wilayah, tidak kuasa membendung tumpukan pasca libur lebaran.

Sehingga, mesin pengolah sampah yang lebih efisien mutlak dibutuhkan.

"Itu belum bisa mengatasi sekitar 350 ton sampah per hari yang sekarang terjadi. Kita butuh mesin pengolahan sampah agar kejadian ini tidak terulang," tambah Wawali.

Meski belum bisa membeberkan jenis dan cara kerja mesin pengolah sampah incarannya, ia memastikan, tekonologi tersebut sanggup melakukan reduksi yang cukup signifikan.

Dengan begitu, beban bank sampah yang dikelola warga masyarakat otomatis akan jauh berkurang.

Baca juga: Problematika Sampah di Yogyakarta, Istri dan Anak Terpaksa Mengungsi

"Kita belum tahu pasti, tapi itu bisa mereduksi sekitaran 20 ton sampah per hari. Kita juga masih menunggu, tipe-tipe mesinnya seperti apa yang bisa digunakan," katanya.

Namun, sebagai solusi jangka pendek, dimana tumpukan sampah di beberapa lokasi sudah tak terhidarkan, Heroe berharap kesadaran seluruh penduduk.

Bagaimanapun, sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, bisa ditahan dan tak dipaksakan dibuang ke depo.

"Bersama teman-teman provinsi kita masih melakukan negosiasi dengan masyarakat (sekitar TPST Piyungan). Jadi, warga kota kita minta supaya menahan diri, dan tidak melalukan pembuangan sampah dulu," ujarnya.

"Kita sudah memaksimalkan depo-depo yang ada di kota. Sampah-sampah diupayakan bisa masuk ke sana semua. Kemudian, yang sudah menumpuk di depo dan armada itu kita semprot (disinfeksi) rutin," pungkas Heroe. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved