Awal Mula Dugaan Korupsi yang Menjerat 2 Anggota Polres Blora, Briptu EM Titip Rp3 M ke Suaminya

ternyata yang disetor ke PNBP hanya Rp14 miliar. Selisih Rp3 miliar yang belum disetorkan, menurut pengakuannya, dititipkan ke suaminya, Bripka EFJ

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
kompasiana.com
ilustrasi korupsi 

TRIBUNJOGJA.COM - Awal mula kasus dugaan korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menjerat suami-istri anggota Polres Blora terungkap berdasarkan pengakuan Briptu EM. 

Dari total setoran senilai 17,7 milar ternyata yang disetor ke PNBP hanya Rp14 miliar. Selisih Rp3 miliar yang belum disetorkan, menurut pengakuannya, dititipkan kepada suaminya, Bripka EFJ. 

suami istri yang berprofesi sebagai polisi, Etana Fany Jatnika dan Eka Mariyani saat berada di Kejaksaan Negeri Blora, Rabu (11/5/2022)
suami istri yang berprofesi sebagai polisi, Etana Fany Jatnika dan Eka Mariyani saat berada di Kejaksaan Negeri Blora, Rabu (11/5/2022) (KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA)

Baca juga: Suami-istri Anggota Polres Blora Terjerat Kasus Korupsi, Tidak Setorkan Anggaran PNBP Rp3 Miliar

Uang itu lantas digunakan untuk investasi online. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Blora, Jatmiko, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com. 

Menurutnya, Eka yang menjabat sebagai bendahara penerima bertugas untuk menerima PNBP dari bendahara penerima pembantu.

Namun, uang yang seharusnya disetorkan ke kas negara malah dititipkan ke suaminya.

Kini, suami-istri anggota Polres Blora itu ditahan oleh Kejaksaan Negeri Blora setelah dilimpahkan atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp3 miliar. 

Dua anggota polisi yang merupakan suami-istri tersebut adalah Briptu EM dan Bripka EFJ.  Keduanya ditahan Kejaksaan Negeri Blora atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan PNBP yang semula ditangani penyidik Polres Blora.

Kembalikan sebagian

Baca juga: Suami-istri Anggota Polres Blora Ditahan Kejari

Dalam perkembangannya, uang senilai Rp3 miliar yang diduga tidak disetorkan ke PNBP tersebut dikembalikan sebesar Rp1,4 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Blora, Jatmiko bersama Jaksa Penuntut Umum Karyono dan Darwadi di Kejaksaan Negeri Blora Rabu, (11/5/2022), menyampaikan bahwa masih ada selisih Rp 1,6 Miliar yang belum dikembalikan.

"Keduanya terlibat perkara dugaan korupsi penyelewengan PNBP Polres Blora sejak tahun 2021."

"Dalam hal ini keduanya sudah kami tahan untuk proses penyidikan dan dititipkan di Rutan Blora," ucap Jatmiko.

Jatmiko juga mengungkapkan kerugian yang ditimbulkan dari dugaan kasus tersebut.

"Kerugian yang dialami oleh Polres Blora sekitar Rp 3 Milliar. Tetapi perlu digaris bawahi, dari angka tersebut tersangka sudah mengembalikan sekitar Rp 1,4 Miliar."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved