Penting, Ini Manfaat dan Potensi Bahaya Memakan Kecambah Mentah

Kecambah mampu meningkatkan pencernaan dan membantu mengontrol kadar gula darah. Serta ada kemungkinan mampu mencegah penyakit jantung.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
net
Kecambah 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang menganggap bahwa kecambah merupakan sumber nutrisi penting. Memang ada benarnya. Lantaran kecambah mampu meningkatkan pencernaan dan membantu mengontrol kadar gula darah. Serta ada kemungkinan mampu mencegah penyakit jantung.

Meski demikian, kecambah juga sering dikaitkan dengan kasus keracunan makanan.

Apa itu kecambah?

Kecambah adalah biji yang telah berkecambah dan menjadi tanaman yang sangat muda.

Proses perkecambahan ini biasanya diawali dengan perendaman benih selama beberapa jam.

Benih yang direndam kemudian terkena kombinasi suhu dan kelembaban yang tepat, dan dibiarkan tumbuh selama dua hingga tujuh hari.

Produk akhir umumnya berupa tunas berukuran panjang 2–5 cm.

Berbagai jenis benih dapat tumbuh. Berikut adalah daftar jenis kecambah yang paling umum tersedia di pasaran:

  • Kacang dan taoge: Seperti miju-miju, adzuki, garbanzo, kedelai, kacang hijau, kacang hitam, kacang merah, kacang hijau dan kecambah kacang polong.
  • Biji- bijian bertunas: Seperti beras merah, soba, bayam, kamut, quinoa, dan kecambah gandum.
  • Kecambah sayuran atau daun: Seperti lobak, brokoli, bit, sawi, semanggi, selada dan kecambah fenugreek.
  • Kecambah kacang dan biji: Seperti almond, biji lobak, biji alfalfa, biji labu, biji wijen atau kecambah biji bunga matahari.

Kecambah umumnya dikonsumsi mentah, tetapi mungkin juga dimasak sebentar sebelum Anda memakannya.

Manfaat kecambah

Sangat Bergizi

Meskipun rendah kalori, kecambah merupakan sumber yang kaya nutrisi dan senyawa tanaman yang bermanfaat. Kandungan vitamin dan mineralnya bervariasi berdasarkan varietasnya.

Namun, secara umum, proses perkecambahan meningkatkan tingkat nutrisi, membuat kecambah lebih kaya protein, folat, magnesium, fosfor, mangan dan vitamin C dan K daripada tanaman yang tidak bertunas.

Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bertunas membantu meningkatkan kandungan protein.

Kecambah juga cenderung mengandung kadar asam amino esensial yang lebih tinggi, dengan asam amino individu tertentu meningkat sebanyak 30 persen.

Selain itu, protein dalam kecambah juga bisa lebih mudah dicerna. Ini kemungkinan karena proses perkecambahan, yang tampaknya mengurangi jumlah antinutrisi — senyawa yang menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk menyerap nutrisi dari tanaman — hingga 87 persen.

Kecambah juga merupakan sumber antioksidan dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa makanan yang terbuat dari kecambah juga lebih bergizi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved