Bersiap Hadapi Arus Mudik, Para Pengemudi Bus Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Terminal Giwangan 

Sebanyak 50 pengemudi dan crew bus yang beraktivitas di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta melakoni tes kesehatan, Rabu (27/4/2022). Langkah tersebut

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Suasana pemeriksaan kesehatan pengemudi bus di Terminal Giwangan, Kota Yogya, Rabu (27/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 50 pengemudi dan crew bus yang beraktivitas di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta melakoni tes kesehatan, Rabu (27/4/2022).

Langkah tersebut dilaksanakan Pemkot Yogyakarta, untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas, selama momen mudik Lebaran

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Nur Wara Gunarsih, mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap momen jelang Lebaran.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Alokasikan 40 Persen APBD untuk Belanja UMKM, Ini Upaya Diskop UKM DIY

Menurutnya, Dinkes harus memastikan tingkat kesehatan pengemudi bus

"Jadi, ini rutin setiap tahun. Dilakukan dua kali, ya, jelang mudik dan arus balik 10 Mei. Sasarannya masing-masing 50 pengemudi, ataupun operator bus," tandasnya. 

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang memanfaatkan moda transportasi bus.

Menurutnya, para pengemudi bus cenderung memiliki tekanan yang lebih tinggi selama momen libur Lebaran karena intensitasnya naik. 

"Tujuan akhir kita tentu untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang disebabkan ketidaksiapan dan ketidaksehatan para pengemudi selama arus mudik," ujarnya. 

Ia mengatakan, faktor kelelahan seringkali melanda para pengemudi di tengah tingginya permintaan penumpang di momentum Lebaran .

Sementara kebanyakan driver memilih tidak ambil pusing dan tetap melanjutkan aktivitasnya, lantaran tergiur pundi-pundi pendapatan lebih. 

"Padahal, mereka harus fokus terus sepanjang perjalanan,  mau tidak mau pasti ada saatnya kelelahan. Tapi, karena kejar setoran dan kebutuhan rumah tangga, mereka tetap jalan. Kita imbau, agar tidak memaksakan," urainya. 

Baca juga: Ds Sempat Bercengkerama dengan Saudara hingga Dini Hari, 30 Menit Kemudian Ditemukan Meninggal Dunia

Adapun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinkes, meliputi tensi atau tekanan darah, gula darah, dan deteksi narkoba melalui tes urine.

Menurutnya, karena disebabkan oleh tingginya intensitas dan beban kerja, sejumlah driver kedapatan mengalami tekanan darah tinggi. 

"Kebanyakan yang terdeteksi kurang sehat karena darah tinggi, atau hipertensi. Kita berikan obat-obatan ya, untuk menurunkan tensi, dan direkomendasikan istirahat dulu, tidak boleh langsung narik," tandas Nur Wara. 

"Kalau untuk narkoba, belum pernah ada. Tahun kemarin memang ada yang positif. Tapi, karena amfetamin, setelah ditelusuri, ternyata dia habis konsumsi obat flu. Kalau pemakai, pecandu, nggak ada," cetusnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved