Mutiara Ramadhan Tribun Jogja LDNU DIY

Ramadan Momentum Perubahan

Dalam Ramadan ini, kita dilatih, melatih diri untuk mengendalikan nafsu kita terhadap berbagai hal yang sebenarnya diizinkan dalam waktu normal.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Dr Abdul Ghoffar MBA,A'wan PWNU/ Wakil Rektor UNU Yogyakarta 

Oleh: Dr Abdul Ghoffar MBA,A'wan PWNU/ Wakil Rektor UNU Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM - Puasa Ramadan bisa dimaknai sebagai proses penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs. Dalam Ramadan ini, kita dilatih atau melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu kita terhadap berbagai hal yang sebenarnya diizinkan dalam waktu normal, tetapi kita harus menahan diri untuk tidak melakukannya.

Hal ini dimaksudkan agar kita terbiasa untuk bisa memilah dan memilih mana yang baik dan bermanfaat bagi kita dan kehidupan kita. Proses latihan satu bulan penuh ini diharapkan akan menjadikan diri kita, baik pikiran, hati maupun tingkah laku kita menjadi lebih baik yang muaranya agar kita menjadi orang senantiasa bertaqwa.

Bulan Ramadan ini perlu kita jadikan sebagai momentum perubahan bagi diri kita karena di dalamnya terdapat berbagai kelebihan yang tidak terdapat di bulan-bulan lain. Kita perlu belajar dari sejarah kita sendiri tentang berbagai peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadan.

Sebagaimana disebutkan dalam Alquranbahwa bulan Ramadan adalah bulan di mana diturunkannya Alquran. Peristiwa ini merupakan peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah. Dengan diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW, hal ini menandai dimulainya kerasulan beliau dalam mengemban risalah Islam.

Peristiwa lain adalah terjadinya perang Badar. Ini terjadi pada 17 Ramadan tahun kedua Hijriyah. Perang ini sangat penting bagi perjalanan Islam dan kaum muslimin berikutnya. Pasukan Muslim yang hanya sedikit, sekitar 300 orang, bisa mengalahkan pasukan kaum musyrik Quraisy yang ketika itu berjumlah sekitar 1.000 orang. Kemenangan itu, selain karena pertolongan Allah, disebabkan oleh semangat kaum muslimin yang luar biasa dan menggelora. Demi tegaknya Islam, mereka melakukan yang terbaik, motivasi dan disiplin tinggi.

Selain itu, peristiwa penting lain yang terjadi di bulan Ramadan adalah peristiwa Fathu Makkah atau Pembebasan Mekah. Peristiwa ini terjadi pada 20 Ramadan tahun 8 Hijriyah. Peristiwa pembebasan Mekah yangdilakukan dengan damai dan tanpa ada darah yang tertumpah ini menandai babak baru perkembangan Islam.

Ada satu peristiwa penting lagi yang sangat dekat dengan kita bangsa Indonesia yang terjadi di bulan Ramadan, yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 9 Ramadan tahun 1364 Hijriyah yang dalam kalender Masehi bertepatan dengan 17 Agustus 1945. Peristiwa proklamasi menjadi tonggak perubahan perjalanan bangsa Indonesia. Sejak itu, kita mendeklarasikan sebagai bangsa yang merdeka, yang terbebas dari perasaan sebagai bangsa yang terjajah. Kemerdekaan memberiruang bagi kita untuk menentukan arah perjalanan kita sendiri ke depan.

Peristiwa-peristiwa di atas yang terjadi di bulan Ramadan itu bisa saja kita pahami sebagai peristiwa ‘kebetulan’ terjadi di bulan suci ini,atau bisa juga kita pahami bahwa bulan Ramadan adalah momentum penting dan strategis untuk melakukan perubahan besar yang akan mengubah jalannya sejarah kita, baik sebagai individu maupun sebagai ummat.

Rasulullah menyebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang agung (syahrun adhim), bulan yang penuh berkah (syahrun mubarak), dan bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadar).

Bulan yang sedemikian luar biasa ini akan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk perubahan diri menuju yang lebih baik.

Ada dua jenis pengaruh yang dapat memotivasi untuk melakukan perubahan, eksternal dan internal. Pengaruh eksternal banyak ‘diprovokasi’ oleh pernyataan dalam Alquran maupun hadits, seperti adanya lailatul qadar, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, dan sebagainya. Diharapkan semua itu akan mendorong kita untuk melakukan perubahan. Tapi yang lebih bagus apabila dorongan perubahan itu berasal dari dalam diri kita sendiri bahwa kita memang ingin berubah menuju lebih baik dan lebih baik lagi. Untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, memang harus ditandai dengan perubahan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved