Berita Sleman Hari Ini
Pemkab Sleman Berencana Melaksanakan PTM 100 Persen Setelah Lebaran
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dengan kapasitas 100 persen setelah libur lebaran
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dengan kapasitas 100 persen setelah libur lebaran, tepatnya 9 Mei 2022.
Kebijakan ini nantinya berlaku bagi semua jenjang pendidikan, SD - SMP di Bumi Sembada. Pertimbangannya, kasus covid-19 telah melandai dan Sleman saat ini berada di PPKM Level 2.
Di samping itu, siswa dinilai membutuhkan segera ada pembelajaran secara penuh sehingga PTM digelar 100 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah saat ini terus dipantau dan evaluasi.
Baca juga: Dishub Kulon Progo Petakan Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas
Hasilnya, sejauh ini berjalan dengan lancar. Tidak ada masalah. Bahkan, tidak ada laporan lagi kasus Covid-19 yang ditemukan di lingkungan sekolah di Sleman.
PTM 100 persen, kata dia, sebenarnya direncanakan digelar pada pembelajaran minggu terakhir bulan Ramadan ini. Tetapi, siswa SMP di minggu terakhir sedang ujian dan SD sedang persiapan menghadapi tryout.
"Sehingga PTM 100 persen ketika nanti masuk setelah lebaran. Jadi, tanggal 9 Mei, kita akan menerapkan 100 persen. Untuk seluruh jenjang (SD-SMP)," kata Ery, Rabu (20/4/2022).
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini Kabupaten Sleman masih menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan model sift berkapasitas 50 persen sejak pertengahan Februari 2022.
Kebijakan itu diambil saat kasus Covid-19 meningkat tajam dan banyak ditemukan kasus penularan di lingkungan sekolah. Kini, kasus Covid-19 dinilai melandai dan Sleman memasuki PPKM level 2.
Namun demikian, sementara ini hanya kelas akhir di jenjang SD- SMP yang diizinkan PTM 100 persen untuk persiapan menjalani ujian.
Adapun PTM 100 persen bagi semua siswa lainnya akan digelar serentak setelah libur lebaran.
Ery mengungkapkan, dengan digelarnya PTM 100 persen maka nantinya jam pelajaran siswa akan dipulihkan hingga mendekati normal.
Hal ini untuk mengejar ketertinggalan target pembelajaran kurikulum.
"Kalau 50 persen dengan sift itu kan jamnya sangat terbatas. Ini akan kita pulihkan, sehingga jam pembelajaran mendekati normal," kata dia.
Nantinya, meski digelar 100 persen karena kasus Covid-19 telah melandai, pembelajaran di sekolah tetap diwajibkan menerapkan Protokol Kesehatan ketat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Kabupaten-Sleman-Ery-Widaryana-20422.jpg)