Berita Sleman Hari Ini

Sempat Ditutup, Bunker Kaliadem - Bukit Klangon Diperbolehkan Kembali Buka dengan Syarat

Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman kembali membuka destinasi wisata Bunker Kaliadem, Bukit Klangon, Petilasan Mbah Maridjan Kinahrejo.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman kembali membuka destinasi wisata Bunker Kaliadem, Bukit Klangon, Petilasan Mbah Maridjan Kinahrejo, wisata religi Turgo dan Jip Wisata Lava Tour.

Sebelumnya, sejumlah destinasi yang berjarak kurang dari lima kilometer dari puncak Gunung Merapi itu sempat ditutup karena Merapi mengeluarkan awan  panas guguran (APG) sejauh lima kilometer pada (9-10/3/2022) lalu.

Kini, destinasi wisata tersebut telah diperbolehkan beroperasi kembali tetapi dengan syarat. 

"Destinasi wisata Bukit Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo (petilasan Mbah Maridjan), wisata religi Turgo, dan Jeep wisata Lava Tour dipersilakan untuk dibuka kembali dengan syarat pengelola melakukan pendampingan petugas SAR selama jam operasional destinasi, serta memiliki prosedur tetap penanganan kondisi darurat erupsi Gunung Merapi , berkonsultasi dengan BPBD Sleman ," kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman , Suparmono, Jumat (15/4/2022). 

Baca juga: Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman Ke-106 Usung Semangat Gumregah 

Pembukaan kembali destinasi wisata tersebut tertuang dalam surat edaran nomor 006/407.

Destinasi wisata tersebut diperbolehkan kembali buka dengan pertimbangan Aktivitas Gunung Merapi berada pada tingkat siaga dengan penurunan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas sekitar selatan- barat daya meliputi Sungai boyong sejauh 2 - 5 kilometer,  kemudian sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. 

Suparmono mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan BPBD Kabupaten Sleman , Kapanewon, Kepolisian dan Lurah setempat. 

"Mereka berpendapat Gunung Merapi sudah lebih mandali (aman terkendali) dan obyek wisata hanya dibuka sampai jam 16.00 WIB," ujar dia. 

Kendati beberapa destinasi telah dibuka, Dinas Pariwisata hingga kini masih menutup kegiatan wisata tracking Merapi dan paket Jip wisata sunrise Merapi.

Kemudian, jika terjadi peningkatan Aktivitas Gunung Merapi yang tiba-tiba dan dinilai membahayakan, maka pengelola destinasi wisata diminta segera menutup kunjungan wisata secara mandiri. 

"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Selain itu, pengelola destinasi juga diminta secara aktif memantau perkembangan Aktivitas Gunung Merapi melalui pos pengamatan terdekat, melalui radio maupun media sosial BPPTKG . 

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Dardiri menyambut positif kembali dibukanya Jip wisata Lava Tour dan sejumlah destinasi di lereng Gunung Merapi .

Ia menekankan kepada anggotanya, saat sedang membawa wisatawan agar tetap waspada dan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan.

Di antaranya, Pemandu harus benar-benar memandu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved