Tawuran Pelajar Terjadi di Pandak Bantul, Disdikpora Bakal Lakukan Asesmen
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko menyayangkan kasus tawuran antardua kelompok pelajar yang terjadi Senin (4/4/2022) sekitar pukul 02.10 WIB.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko menyayangkan kasus tawuran antardua kelompok pelajar yang terjadi Senin (4/4/2022) sekitar pukul 02.10 WIB di Pandak, Bantul.
Namun demikian, Isdarmoko menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus tersebut kepada Polres Bantul.
"Saya sangat merasa prihatin tentang kejadian ini. Karena ini terjadi di bulan Ramadan, yang mestinya kita isi dengan kegiatan-kegiatan ibadah, peningkatan iman dan takwa. Bukan diisi untuk tantang-tantangan sampai terjadi tawuran, konyol sekali itu," ujarnya saat ditemui di Polres Bantul, Selasa (5/4/2022).
Terlebih dalam kasus tersebut, dari dua kelompok juga terdapat beberapa anak SMP kelas 3 yang dalam waktu dekat akan menjalani ujian sekolah.
Selanjutnya setelah Idulfitri akan ada Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD).
Baca juga: Kabar Terbaru Penganiayaan Maut di Gedongkuning : Info Pelaku dan Pemicunya
Seharusnya para pelajar ini dapat mempersiapkan diri mereka dalam kegiatan-kegiatan akademik yang akan berlangsung.
Pun dengan adanya kasus ini, Isdarmoko juga mendukung langkah tegas yang dilakukan Polres Bantul, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Saya dalam tanda petik, sangat mendukung langkah tegas yang dilakukan oleh Polres Bantul, karena memang kita harus melaksanakan tindakan secara terukur, adil, bijaksana," ucapnya.
"Karena ini sudah sangat meresahkan. Baik SMA, SMK, SMP seharusnya sadar bahwa kalian (pelaku tawuran) telah melakukan kegitan yang meresahkan masyarakat," tegasnya kepada anak-anak tersebut.
Pada kesempatan itu, Isdarmoko tidak mau menyalahkan siapa pun karena ini adalah tanggung jawab bersama.
Namun demikian, ia memohon kepada orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya saat di luar jam sekolah.
"Walaupun kasus ini diluar jam sekolah, karena dini hari, kami dari sekolah dan dinas pun harus turut bertanggung jawab. Tapi orang tua juga mesti harus tanggung jawab," tegasnya.
Para orang tua seharusnya lebih peduli dan mencari anaknya ketika anak tersebut tidak ada di rumah saat malam hari, terlebih dini hari.
"Dari kejadian ini akan jadi sinergi yang lebih baik ke depan sehingga kita bisa menangani bersama-sama," tandasnya.
Sementara itu Kapolres Bantul AKBP Ihsan juga menyatakan hal yang senada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perang-Sarung-Istilah-Baru-Kencan-Adu-Jotos-Berkelompok-di-Daerah-Istimewa-Yogyakarta.jpg)