Headline

Kabar Terbaru Penganiayaan Maut di Gedongkuning : Info Pelaku dan Pemicunya

Kombes Pol Ade Ary SI: Di saat itu pelaku lewat dengan ngegas dan mbleyer, memaki dan mengumpat rombongan korban.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi menjelaskan perkembangan kasus penganiayaan pelajar berujung maut, Selasa (5/4/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya polisi menangkap tersangka penganiayaan terhadap D (18) seorang pelajar yang berujung kematian di Jalan Gedongkuning, Kotagede, Kota Yogyakarta, belum membuahkan hasil.

Kasus penganiayaan pada Minggu (3/4/2022) dini hari itu kini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Meski demikian, kepolisian memastikan pelaku penganiayaan itu berjumlah 5 orang, dengan menggunakan dua sepeda motor.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi mengatakan, upaya rekonstruksi oleh penyidik sudah dilakukan.

Selain itu, 11 saksi telah diperiksa guna mendapat petunjuk terkait pelaku penganiayaan tersebut.

"Berdasarkan hasil BAP (berita acara pemeriksaan) 11 saksi yang sudah kami periksa, maka kronologi yang kami dapat adalah, kelompok korban yang terdiri dari 5 kendaraan roda dua digunakan 8 orang, itu sekitar Minggu dini hari melaju di Ring Road Selatan," jelas Ade, saat mengabarkan perkembangan terkini kasus tersebut di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (5/4/2022).

Selanjutnya, lima motor ini mencoba menambah kecepatan dengan menggeber mesin.

Di saat bersamaan, kelompok korban pindah ke jalur lambat dan berpapasan dua sepeda motor yang diduga rombongan pelaku.

“Akhirnya kelompok korban melanjutkan perjalanannya hingga belok ke Jalan Imogiri. Mereka sempat melihat ke belakang memastikan kelompok pelaku tidak berada di sekitar mereka lagi," jelas Ade.

Kemudian, rombongan korban melanjutkan perjalanan dan mampir ke salah satu warmindo di Jalan Gedongkuning. Sebagian dari mereka turun dan memesan makanan.

Sebagian lagi masih berada di parkiran warmindo tersebut. "Di saat itu pelaku lewat dengan ngegas dan mbleyer, memaki dan mengumpat rombongan korban," ujarnya.

Dari kronologi tersebut, polisi sementara ini menyimpulkan bahwa penganiayaan yang terjadi merupakan aksi tawuran yang dipicu karena saling emosi.

"Kemudian 4 motor kelompok korban itu mengejar. Sambil proses pengejaran ternyata kelompok pelaku berbalik arah lagi. Tadinya ke utara berbalik selatan seperti menunggu korban," urai Ade.

Salah satu dari lima pelaku itu turun sambil membawa gir motor yang diikatkan pada kain.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved