Soal Pilpres, Ridwan Kamil: Dijodohkan dengan Siapa Saja Harus Siap

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini muncul di antara figur potensial yang kabarnya bakal maju di Pilpres 2024.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menemui awak media seusai menjadi pembicara pada salat tarawih berjamaah di Masjid Kampus UGM, Selasa (5/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil angkat bicara saat disinggung perihal siapa figur yang cocok untuk mendampinginya apabila terjun di Pilpres 2024 mendatang.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini muncul di antara figur potensial yang kabarnya bakal maju di Pilpres 2024.

Bahkan, beberapa survei menempatkannya di deretan elektabilitas teratas bersanding dengan sejumlah nama di antaranya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, serta sejumlah nama lainnya.

Bukan hanya kandidat bakal capres, namun juga mulai ada yang mempasang-pasangkan, siapa yang bakal cocok untuk diduetkan sebagai bakal capres dan bakal cawapres.

"Dalam politik itu ya, dijodohkan dengan siapa saja harus siap. Karena pengalaman, jarang ada penganten politik itu bisa memilih sendiri jodohnya, jadi nikah dulu baru mencintai," ujar Kang Emil setelah menjadi pembicara Tarawih Berjamaah di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (5/4/2022).

"Orang kaya (seperti-red) saya harus berani mencintai setelah menikahi," jelasnya.

Baca juga: Komentar Ridwan Kamil Setelah Main Bola Bareng Anies Baswedan di JIS

Sementara dalam kesempatan tersebut, Kang Emil turut berpesan khususnya kepada generasi muda, agar misi Indonesia menjadi negara maju terwujud pada 2045.

"Pemilik masa depan adalah mereka, yang salah satunya adalah kumpulan dari mahasiswa-mahasiswa UGM, selalu narasinya masa depan 2045," kata Kang Emil.

"Sebab kalau tidak disiapkan dari sekarang, tidak akan sampai mimpi itu. Plus salah satu penyakit di Indonesia itu kan mudah bertengkar ya, dari level media sosial, di lapangan, narasi elit dan lain sebagainya. Mudah-mudah di bulan berkah, bulan amal, hal tersebut dapat dikurangi, dihilangkan benih-benih sumber perpecahan," tambahnya.

Terkait wacana jabatan presiden tiga periode yang terus bergulir, Ridwan Kamil menyarankan kepada pihak yang tidak setuju maupun setuju untuk sama-sama menyuarakan hal tersebut.

"Dalam demokrasi, perbedaan pendapat pasti ada, yang penting penyampaian perbedaan pendapat jangan tidak sesuai dengan peraturan perundang undangan," ujar Kang Emil.

"Yang setuju narasikan dengan baik karena itu haknya. Yang tidak setuju ekspresikan dengan cara yang baik. Nanti ujungnya kan ada di keputusan politik di parlemen," tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved