Berita Gunungkidul Hari Ini
Penguatan Pancasila Dinilai Penting untuk Cegah Radikalisme di Gunungkidul
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0730/Gunungkidul menetapkan 18 kalurahan sebagai
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0730/Gunungkidul menetapkan 18 kalurahan sebagai Kampung Pancasila.
Penetapannya pun resmi dilakukan pada Selasa (05/04/2022) ini.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menilai penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara penting dilakukan.
Baca juga: Perbaikan Jalan di Flyover Janti Diundur Karena Faktor Cuaca
"Terutama pada masyarakat ya, penguatan Pancasila lewat program seperti ini sangat diperlukan," katanya di Balai Kalurahan Baleharjo, Wonosari siang ini.
Sunaryanta juga mengatakan penguatan Pancasila diperlukan untuk mencegah gerakan yang mengarah pada radikalisme hingga terorisme di Gunungkidul. Sebab gerakan seperti ini rentan muncul di tengah masyarakat.
Apalagi di Gunungkidul sendiri sudah beberapa kali ada warga yang terindikasi terlibat gerakan radikal hingga terorisme. Menurutnya, edukasi ke masyarakat diperlukan untuk menghindari hal tersebut.
"Gerakan-gerakan seperti itu bisa ditekan lewat penguatan Pancasila di masyarakat," ujar Sunaryanta.
Ia pun berharap adanya Kampung Pancasila membuat warganya semakin berpedoman kuat pada Pancasila sebagai ideologi negara. Termasuk menguatkan solidaritas lewat budaya gotong-royong.
Sunaryanta juga mengingatkan predikat Kampung Pancasila jadi tanggung jawab besar bagi pemerintah setempat. Sebab diperlukan upaya yang gencar agar masyarakat benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
"Jangan sampai masyarakat jadi tidak paham Pancasila sebagai ideologi hingga terpecah-belah," katanya.
Baca juga: Pemda DIY Kembali Raih Predikat AA Pada SAKIP, Siap Jadi Role Model Daerah Lain
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan program Kampung Pancasila turut menggandeng berbagai elemen. Salah satunya dari organisasi masyarakat (ormas).
Menurutnya, kerjasama diperlukan agar tujuan pembentukan Kampung Pancasila bisa terwujud secara optimal. Ia pun menilai penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan tanpa henti.
"Sebab Pancasila inilah yang menjadi modal paling dasar dalam kehidupan masyarakat," jelas Johan. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)