Berita Kota Yogya Hari Ini

Viral Wingko Berjamur di Teras Malioboro I, Ini Penjelasan dari Pedagang 

Pihak paguyuban yang menaungi penjual oleh-oleh itu mengakui, bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan akibat faktor cuaca. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Kejadian wingko berjamur yang dibeli dari Teras Malioboro I dan viral di media sosial, Minggu (20/3/2022) lalu, akhirnya menemui titik terang.

Pihak paguyuban yang menaungi penjual oleh-oleh itu mengakui, bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan akibat faktor cuaca. 

Pengurus Paguyuban Pedagang Selasar Beringharjo (Papela), Miftahul Jannah, menjelaskan, sejatinya pihak distributor yang memproduksi menyampaikan, bahwa wingko tersebut bisa bertahan lima hari dalam kondisi baik.

Namun, karena cuaca ekstrem, baru tiga hari wingko sudah berjamur. 

Baca juga: Hujan Berdurasi Panjang, Blok Kuliner di Teras Malioboro 2 Tergenang Air

"Kondisi cuaca mempengaruhi banget. Beberapa hari ini kan hujan deras, kemudian panas banget, jadi kondisi lantai dua Teras Malioboro I lembab. Perusahaan juga tidak memberi tahu bagaimana SOP-nya," ujarnya, Senin (21/3/2022). 

Sementara pedagang pun tidak bisa melakukan checking secara rinci terhadap komoditas wingko yang dijualnya itu.

Pasalnya, jika kemasan satuan sudah terbuka, praktis para pengunjung enggan membeli, karena dianggap barang bekas, atau sisa, dan tidak layak lagi untuk dijual lagi. 

"Kalau dipegang barangnya masih empuk ya, tapi begitu dibuka, ternyata jamuran. Pedagang kan mau membuka itu takut, karena kalau segel kemasan satuannya terbuka, ya ngga terjual, orang ngga mau beli pasti," cetusnya. 

Di samping itu, Miftah pun tidak menampik, wingko yang dijual pedagang tersebut, memang tidak tertera tanggal kadaluarsa di kemasannya.

Baca juga: Sri Sultan HB X Desak Pemkot Yogya Selesaikan Regulasi Soal Otoped di Kawasan Malioboro

Karena itu, ia berharap, untuk pelajaran bersama, pihak distributor bisa memperhatikan potensi permasalahan seperti ini dengan lebih rinci. 

"Yang jamuran kemarin itu wingko produksi dari Kota Yogyakarta . Kita tetap menerima kok, ngga ada black list, tapi tolong kasih tanggal kadaluarsanya," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia juga memastikan, paguyuban telah menjalin komunikasi dengan wisatawan yang mengunggah insiden tersebut melalui salah satu grup di media sosial facebook.

Menurutnya, pihaknya pun sudah memberi penawaran untuk mengganti oleh-oleh yang tidak layak konsumsi itu. 

"Kita sudah hubungi lewat inbox, tapi yang bersangkutan tidak mau mengganti. Memang kalau harus mengganti itu cukup memberatkan kita, karena dia kan beli sembilan pack, yang harga per pack Rp20 ribu kemarin," terangnya. 

"Itu berat buat kita, yang sehari dapat omzet Rp50 ribu saja sudah Alhamdulillah. Apalagi, dari wingkonya juga tidak mau mengganti, karena mereka mengklaim makanannya itu bisa kuat sampai lima hari, ya," pungkas Miftah. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved