Perang Rusia Ukraina
VLADIMIR PUTIN Bisa Menangkan Pertempuran tapi Telah Kalah dalam Perang Rusia-Ukraina
Rakyat Ukraina pantang menyerah, dan itu ditunjukkan dalam beberapa hari terakhir dengan menguris tank-tank Rusia dari jalanan kota.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Seperti yang dipelajari Amerika di Irak dan Soviet belajar di Afghanistan, jauh lebih mudah untuk menaklukkan suatu negara daripada mempertahankannya.
Putin tahu dia memiliki kekuatan untuk menaklukkan Ukraina, tetapi apakah rakyat Ukraina akan menerima rezim boneka Moskow?
Putin bertaruh bahwa mereka akan melakukannya.
Lagi pula, seperti yang berulang kali dia jelaskan kepada siapa pun yang mau mendengarkan, Ukraina bukanlah negara yang nyata, dan orang Ukraina bukanlah orang yang nyata.
Pada tahun 2014, orang-orang di Krimea hampir tidak melawan penjajah Rusia. Mengapa 2022 harus berbeda?
Dengan berlalunya hari, semakin jelas bahwa pertaruhan Putin gagal.
Rakyat Ukraina melawan dengan sepenuh hati, meraih simpati dunia luar dan yang terpentin adalah mereka memenangkan perang.
Kenyataan pahit terbentang di depan.
Rusia mungkin masih menaklukkan seluruh Ukraina, tetapi untuk memenangkan perang, Rusia harus menguasai Ukraina.
Mereka dapat melakukannya hanya jika rakyat Ukraina mengizinkannya, yang tampaknya tidak akan mungkin terjadi.
Setiap tank Rusia yang dihancurkan dan setiap tentara Rusia yang terbunuh meningkatkan keberanian Ukraina untuk melawan.
Dan setiap orang Ukraina yang terbunuh memperdalam kebencian orang Ukraina terhadap penjajah.
Senjata terampuh Ukraina
Kebencian adalah emosi yang paling berbahaya yang bisa menjadi senjata terampuh Ukraina.
Dan bagi negara-negara yang tertindas seperti Ukraina, kebencian adalah harta terpendam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Orang-orang-mengibarkan-bendera-Ukraina-di-samping-plakat-melawan-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin.jpg)