Perang Rusia Ukraina

VLADIMIR PUTIN Bisa Menangkan Pertempuran tapi Telah Kalah dalam Perang Rusia-Ukraina

Rakyat Ukraina pantang menyerah, dan itu ditunjukkan dalam beberapa hari terakhir dengan menguris tank-tank Rusia dari jalanan kota.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Pau BARRENA / AFP
Orang-orang mengibarkan bendera Ukraina di samping plakat melawan Presiden Rusia Vladimir Putin selama protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina, di Barcelona pada 2 Maret 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Vladimir Putin mungkin bisa memenangkan pertempuran di kota-kota besar Ukraina, tetapi dia telah kalah dalam perang.

Presiden Rusia bahkan mungkin saja telah mengalami kekalahan bersejarah setelah memutuskan untuk Rusia menginvasi Ukraina.

Rakyat Ukraina pantang menyerah, dan itu ditunjukkan dalam beberapa hari terakhir dengan menguris tank-tank Rusia dari jalanan kota.

Impian Putin untuk membangun kembali kekaisaran Rusia selalu didasarkan pada kebohongan bahwa Ukraina bukanlah negara yang nyata.

Ia membuat propaganda bahwa penduduk Kyiv atau Kiev, Kharkiv, dan Lviv berharap pada pemerintahan Moskow.

Seorang tentara Ukraina memeluk rekannya di sebelah pangkalan militer tempat penduduk mengantre untuk bergabung dengan tentara, di Lviv pada 2 Maret 2022. Rusia meningkatkan kampanye pengeboman dan serangan rudal di kota-kota Ukraina pada 2 Maret 2022.
Seorang tentara Ukraina memeluk rekannya di sebelah pangkalan militer tempat penduduk mengantre untuk bergabung dengan tentara, di Lviv pada 2 Maret 2022. Rusia meningkatkan kampanye pengeboman dan serangan rudal di kota-kota Ukraina pada 2 Maret 2022. (Daniel LEAL / AFP)

Namun seperti diketahui, klaim tersebut adalah bohong besar karena Ukraina adalah negara dengan sejarah lebih dari seribu tahun.

Bahkan Kyiv sudah menjadi kota metropolis besar ketika Moskow saat itu bahkan belum menjadi sebuah desa.

Tapi Rusia telah membuat kebohongannya berkali-kali sehingga mereka sepertinya mempercayainya.

Saat merencanakan invasinya ke Ukraina, Putin dapat mengandalkan banyak fakta yang diketahui.

Presiden Rusia tahu betul bahwa secara kekuatan militer, Rusia tidak akan dapat dibandingkan dengan Ukraina.

Putin juga tahu bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO tidak akan mengirim pasukan untuk membantu Ukraina.

Dia tahu bahwa ketergantungan Eropa pada minyak dan gas Rusia akan membuat negara-negara seperti Jerman ragu untuk menjatuhkan sanksi keras.

Berdasarkan fakta yang diketahui ini, rencananya adalah untuk menaklukkan Ukraina dengan keras dan cepat, melumpuhkan pemerintahnya, dan mendirikan rezim boneka di Kiev.

Putin lupa satu hal

Gambar ini menunjukkan kendaraan mobilitas infanteri Rusia GAZ Tigr hancur akibat pertempuran di Kharkiv, yang terletak sekitar 50 km dari perbatasan Ukraina-Rusia, pada 28 Februari 2022.
Gambar ini menunjukkan kendaraan mobilitas infanteri Rusia GAZ Tigr hancur akibat pertempuran di Kharkiv, yang terletak sekitar 50 km dari perbatasan Ukraina-Rusia, pada 28 Februari 2022. (Sergey BOBOK / AFP)

Tapi ada satu hal besar yang tidak diketahui Vladimir Putin tentang rencana ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved