Perang Rusia Ukraina

VLADIMIR PUTIN Bisa Menangkan Pertempuran tapi Telah Kalah dalam Perang Rusia-Ukraina

Rakyat Ukraina pantang menyerah, dan itu ditunjukkan dalam beberapa hari terakhir dengan menguris tank-tank Rusia dari jalanan kota.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Pau BARRENA / AFP
Orang-orang mengibarkan bendera Ukraina di samping plakat melawan Presiden Rusia Vladimir Putin selama protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina, di Barcelona pada 2 Maret 2022. 

Jika Ukraina berani menghentikan tank dengan tangan kosong, pemerintah Jerman bisa berani memasok mereka dengan beberapa rudal anti-tank, pemerintah AS dapat berani memblok Rusia dari Swift.

SWIFT merupakan singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, sehingga itu memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Rusia.

Sedangkan di sisi lain, warga Rusia dapat berani menunjukkan penentangan mereka terhadap hal yang tidak masuk akal di perang ini.

Warga dunia bisa terinspirasi untuk berani melakukan sesuatu, entah itu berdonasi, menyambut pengungsi, atau membantu perjuangan secara online.

Perang di Ukraina akan membentuk masa depan seluruh dunia. Jika tirani dan agresi dibiarkan menang, kita semua akan menanggung akibatnya.

Perang ini kemungkinan akan berlangsung lama dengan berubah bentuk yang berbeda, sehingga itu mungkin berlanjut selama bertahun-tahun.

Tetapi masalah yang paling penting telah diputuskan.

Beberapa hari terakhir telah membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ukraina adalah negara yang sangat nyata, bahwa Ukraina adalah orang yang sangat nyata.

Bahkan mereka dipastikan tidak ingin hidup di bawah kekaisaran baru Rusia.

Pertanyaan utama yang dibiarkan terbuka adalah berapa lama pesan ini akan menembus dinding tebal Kremlin. (*)


*Parafrase tulisan sejarawan Yuval Noah Harari via The Guardian

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved