Berita Bantul Hari Ini

Bantul Online Shop Bantu UMKM Memasarkan Dagangannya di Era Pandemi  

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi Bantul Online Shop (BOS) pada Selasa (22/2/2022).

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan jajaran meluncurkan Bantul Online Shop pada Selasa (22/2/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi Bantul Online Shop (BOS) pada Selasa (22/2/2022).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa Bantul online shop merupakan aplikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang bekerjasama dengan PT. Bank BPD DIY.

Bantul Online Shop lahir sebagai inovasi dalam upaya memecahkan permasalahan ekonomi di tengah pandemi.

Baca juga: Pasar Murah di Royal Ambarrukmo: PTPN Group Jual 2.000 Kg Gula dan 2.000 Liter Minyak Goreng

"Aplikasi perdagangan elektronik berbasis mobile yang dapat diakses melalui android ini hadir untuk membantu pelaku UMKM di Bantul dalam memasarkan produknya dengan biaya yang minimal, jangkauan konsumen yang lebih luas, waktu tak terbatas, serta jumlah dan jenis barang bebas," ungkapnya.

Tidak hanya memberikan manfaat kepada pelaku UMKM saja, namun BOS juga menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhannya dengan semakin mudah, cepat, dan aman.

Di mana penjual yang membuka etalase di BOS telah terverifikasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul melalui aplikasi sistem informasi data koperasi, UKM dan IKM (sidakui).

Proses verifikasi ini menjadi jaring pengaman bagi pembeli yang menjamin penyedia barang di bantul online shop adalah penjual yang terpercaya.

"Selain itu pembeli akan terhubung langsung dengan penjual melalui aplikasi percakapan, whatsapp yang memudahkan komunikasi antara keduanya," ujarnya.

Transaksi di BOS juga telah didukung dengan pilihan cara pembayaran yang beragam dan difasilitasi oleh Bank BPD DIY,yakni dapat menggunakan transfer maupun QRIS.

"Hal ini tentu memudahkan bagi pembeli untuk melakukan pembayaran saat transaksi," imbuhnya.

Bupati menyatakan bahwa saat ini baru ada 22 pelaku usaha dan pedagang yang berjualan, dan kedepan akan dibuka kesempatan kepada pelaku usaha dan pedagang untuk berdagang disana.
 
Sementara itu, Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati menyatakan bahwa BOS ini adalah upaya dari Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
 
Ia menjelaskan, BOS merupakan aplikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang bekerjasama dengan PT. Bank BPD DIY.

Bantul Online Shop lahir sebagai inovasi dalam upaya memecahkan permasalahan ekonomi di tengah pandemi.
 
"Tidak hanya memberikan manfaat kepada Pelaku UMKM saja, namun BOS disebutnya juga menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhannya dengan semakin mudah, cepat, dan aman," jelasnya.

Baca juga: Pemkab Gunungkidul Akan Bahas Dampak Angin Kencang Semanu Gunungkidul

Pemimpin Cabang Bantul Bank BPD DIY Hetty Nikotyastuti menyatakan bahwa BOS adalah salah satu dari bentuk tanggung jawab BPB DIY selaku bank milik pemerintah daerah yang mempunyai misi menggerakan perekonomian di daerah.

"Ini merupakan rencana ataupun cita-cita bersama agar UMKM di Kabupaten Bantul dari sisi pemasarannya dapat dibantu dengan BOS," ucapnya.

Ia menilai, yang istimewa dari BOS adalah para pelapak atau pedagang yang bergabung sudah menggunakan salah satu transaksi yang paling update yaitu QRIS, yang merupakan transkasi paling modern yang dapat dipindai oleh penyedia jasa keuangan lainnya.

"Kami berharap BOS ke depan lebih banyak pelapak, dan kami bersama UMKM dan membesarkan UMKM menjadi lebih baik lagi untuk tahun-tahun ke depannya," tandasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved