Berita Kriminal Hari Ini

TERKUAK, Makam Misterius di Bantul Berisi Jenazah Bayi yang Digugurkan Hasil Hubungan Gelap

Belum lama ini warga dusun Canden, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul digegerkan dengan temuan Makam tak dikenal di kompleks pemakaman Ngasem

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com | Santo Ari
Makam itu ternyata berisi bayi dari perempuan berinisial ASV (18) yang berdomisili di Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Belum lama ini warga dusun Canden, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul digegerkan dengan temuan Makam tak dikenal di kompleks pemakaman Ngasem.

Padahal dari hasil penelusuran warga, di sana tidak ada warganya yang meninggal dalam sebulan terakhir.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan bahwa warga melaporkan adanya temuan Makam misterius pada 11 Februari 2022 kemarin.

Baca juga: Ibu Hamil di Kabupaten Magelang Akan Diskrining Tes Covid-19 Pada 14 Hari Sebelum HPL

Selain melaporkan hal tersebut ke kepolisian, warga juga turut memantau kondisi Makam tersebut.

Sehingga pada 13 Februari 2022 kemarin sepasang pria dan wanita ber Ziarah ke Makam tersebut.

"Hari Minggu 13 Februari masyarakat mengamankan 2 orang yang mengunjungi atau berziarah di Makam tersebut. Kemudian dibawa ke Polsek selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Polsek dibantu oleh Polres tentunya," ujar Kapolres Bantu, Rabu (16/2/2022).

Sebagai upaya mencari kebenaran, polisi pun membongkar Makam pada Selasa (15/2/2022) kemarin dan melakukan autopsi terhadap jasad bayi yang ditemukan di dalam Makam.

Dari hasil pemeriksaan, bayi berusia 4 bulan kandungan itu merupakan hasil aborsi dari hasil mengkonsumsi Obat secara berlebihan.

Ibu dari jasad bayi yakni ASV (18) pun ditetapkan sebagai tersangka.

Perempuan yang baru lulus SMA ini diketahui menggugurkan bayi hasil hubungan gelapnya.

"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan diduga pelaku, kami telah menyatakan ibu atau pun pelaku di Makam tersebut sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan. Identitas adalah saudari ASV (18) baru tamat SMA berdomisili wilayah Imogiri," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ASF membeli oObat untuk menggugurkan kandungan secara online.

Dia kemudian meminumnya dalam jumlah yang banyak yaitu 16 butir obat.

Peristiwa itu dilakukan pada pertengahan bulan Januari atau tepatnya 11 Januari lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved