Berita Sleman Hari Ini

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Sleman Minta Warga Swab Setelah Berpergian Luar Daerah 

Bupati Sleman mengimbau kepada warga yang telah bepergian dari luar daerah, sebelum beraktivitas kembali di masyarakat, agar swab terlebih dulu.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kopi Njongke, Mlati, Sleman, Jumat (11/2/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebut, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sleman rata-rata berasal dari pelaku perjalanan.

Karenanya, Ia mengimbau kepada warga Sleman yang telah bepergian dari luar daerah, sebelum beraktivitas kembali di masyarakat, agar swab terlebih dahulu. 

"Sebelum masuk sekolah atau kantor, setelah bepergian luar daerah kami harapkan swab dulu sebelum beraktivitas. Apabila seandainya kondisi tidak fit, jangan masuk dulu. Lebih baik istirahat tiga hari," kata Kustini, kepada wartawan, Jumat (11/2/2022). 

Selain itu, Bupati juga mengharap kepada masyarakat, ketika melakukan aktivitas di manapun, termasuk jika bepergian ke luar daerah tetap mengedepankan dengan protokol kesehatan ketat, terutama memakai masker.

Baca juga: Dinkes : Klaster Penularan Covid-19 di Sleman Didominasi Sekolah

Kemudian setelahnya, jika kembali ke Sleman , maka diminta swab. 

Ia mencontohkan, dirinya beberapa waktu lalu sempat bepergian ke luar daerah.

Kemudian, ketemu dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 akhirnya swab dan ternyata terpapar Covid-19 .

Anjuran swab setelah bepergian ini juga akan diedarkan ke sekolah - sekolah. 

"Ini untuk antisipasi agar tidak terjadi penularan," kata Kustini. 

Menghadapi lonjakan kasus Covid-19 saat ini,  pihaknya mengaku lebih siap.

Oksigen, obat-obatan dan vitamin, ia memastikan kondisinya aman.

Termasuk selter isolasi untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan sudah disiapkan di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

Baca juga: BOR Pasien Covid-19 di RSUD Sleman Sudah Capai 33 Persen 

Jika penuh, maka rencananya akan ditambah. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati mengatakan, swab bagi warga yang telah bepergian, bukan suatu kewajiban.

Tapi merupakan kesadaran personal untuk menjaga agar tidak terjadi penularan di lingkungannya. 

"Kalau saat ini tidak ada kewajiban. Tapi kesadaran sendiri ya, dia dari perjalanan jauh. Kondisi tubuh yang lelah biasanya lebih mudah ditulari. Sehingga, lebih aman kalau dia mengetahui kalau dia negatif. Sehingga mau masuk lingkungan sekolah ataupun kantor dia benar-benar bebas. Tidak menularkan," tuturnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved