Kecelakaan Bus di Imogiri

Seribu Ban Disusun di Jalur Kecelakaan Bus Pariwisata Imogiri Bantul

Setelah insiden kecelakaan maut bus pariwisata dari Sukoharjo, Surakarta ada pemandangan yang berbeda di sekitar lokasi kejadian, Selasa (8/2/2022)

Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA/ Santo Ari
Susunan ban di Bukit Bego, Imogiri, Bantul, Selasa (8/2/2022) 

Catatan Kejadian Bukit Bego

Selama empat tahun ini sudah terjadi dua kejadian kecelakaan di sekitar Bukit Bego Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul.

Pemerintah Kabupaten Bantul akan memperketat kembali larangan bus besar masuk ke Jalan Dlingo-Imogiri, Bantul tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta menyatakan bahwa sebenarnya ada larangan bus besar masuk ke Jalan Dlingo-Imogiri dan larangan itu sampai saat ini masih berlaku. Bahkan pihaknya sempat memasang sejumlah spanduk larangan tersebut.

"Itu sudah kami imbau dan pasang spanduk dulu. Jadi masih berlaku. Cuma kita enggak bisa memantau setiap hari," ujarnya Senin (7/2/2022).

Ia pun mengimbau agar bus besar yang ingin berwisata di daerah tersebut dapat menggunakan jalan Jogja-Wonosari yang lebih mudah mudah dilalui oleh kendaraan besar.
Sementara bus besar yang akan melintas Jalan Dlingo-Imogiri seharusnya berhenti di Terminal Imogiri.

Menurut dia terminal tersebut bisa menampung banyak bus besar.

Setelah parkir di Terminal Imogiri, selanjutnya menggunakan mobil shuttle. Namun persoalannya, sampai saat ini shuttle untuk membawa para wisatawan tersebut belum tersedia.

Terkait shuttle ini, pihaknya sempat membahasnya bersama panewu Imogiri dan Dlingo. Pelaku wisata di dua kapanewon tersebut diakuinya sudah siap menyediakan shuttle. Namun sampai saat ini belum tersedia juga,

"Nanti kita tindak lanjuti lagi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Aris menyatakan bahwa sebenarnya Jalan Dlingo-Imogiri sudah bagus dan halus, terlebih di sekitar bukit Bego yang menjadi lokasi kecelakaan.

Namun demikian ia mengakui bahwa di sana banyak tanjakan dan turunan yang cukup curam.

Kondisi tersebut tentu membahayakan bagi sopir luar kota yang belum hafal medan. Ia pun mengimbau agar bus-bus besar terutama yang sopirnya belum hafal medan untuk tidak memaksakan diri naik dan lebih melewati jalur Jogja-Wonosari.

Sementara itu secara terpisah, Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, untuk membahas penerapan larangan kendaraan besar melintas di jalan Dlingo-Imogiri.

"Yang terjadi di sana sudah dua kali, tentu ini jadi pelajaran bagi kita, masak mau tiga kali, janganlah seperti itu," katanya. ( Tribunjogja.com | Santo Ari )

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved