Berita Gunungkidul Hari Ini

Penjualan Ternak di Gunungkidul Disebut Belum Terpengaruh Kabar Antraks

Kabar antraks belum terlalu berpengaruh pada penjualan ternak di Pasar Hewan Siyono, Logandeng Playen pada Rabu (02/01/2022).

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Deretan sapi yang akan dijual di Pasar Hewan Siyono, Logandeng, Playen, Gunungkidul pada Rabu (02/02/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Belasan ternak mati dari dua kapanewon di Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu dinyatakan terkontaminasi antraks

Namun, kabar tersebut rupanya belum berpengaruh banyak pada penjualan hewan ternak.

Seperti di Pasar Hewan Siyono , Logandeng Playen pada Rabu (02/01/2022).

Hari ini merupakan hari pasaran di pasar ini menurut penanggalan Jawa.

Kepala Pengelola Pasar Hewan Siyono , Isnaning Suindarti mengatakan kabar antraks belum terlalu berpengaruh pada penjualan ternak di pasar tersebut.

Baca juga: Tekan Penyebaran Antraks, DPKH Gunungkidul Langsung Lakukan Penanganan pada Ternak

"Penurunannya baru sekitar 10 persen, belum terlalu terlihat," kata Isnaning.

Menurutnya, belum banyak penjual hewan yang mengetahui kabar tersebut.

Apalagi informasi terkait adanya ternak terpapar antraks baru beredar belum lama ini.

Meski demikian, Isnaning mengakui jika beberapa penjual yang tahu menyampaikan keresahannya soal kabar antraks ini.

Itu sebabnya, mereka tetap diminta melakukan antisipasi.

"Kalau ada ternak sapi atau kambing yang menunjukkan gejala sakit, kami minta agar dibawa keluar dari area pasar," jelasnya.

Isnaning mengatakan belum ada antisipasi khusus di pasar berkaitan dengan pencegahan antraks .

Kendati demikian, pengelola pasar sudah memiliki prosedur untuk hewan yang akan masuk.

Sebelum masuk ke area pasar, hewan ternak yang dibawa harus melewati ruang Dipping.

Ruang ini berfungsi untuk melakukan disinfeksi atau membersihkan hewan yang masuk.

"Itu sudah berjalan dan prosedurnya memang demikian," ujar Isnaning.

Baca juga: 23 Warga Gunungkidul Alami Gejala Serupa Antraks, Satu Orang Dirujuk ke RSUD Wonosari

Dokter hewan pun disiagakan jika didapati ada hewan yang sakit.

Terlepas dari prosedur tersebut, ia mengklaim di Pasar Hewan Siyono belum pernah ditemukan hewan ternak yang sakit.

Yanto, penjual ternak asal Kapanewon Panggang, juga menyebut bahwa harga ternaknya terbilang masih stabil.

Ia juga mengaku belum tahu soal kabar antraks .

"Saya baru tahu tadi ini, selama ini juga belum mendapat sosialisasi soal antraks ," ujarnya.

Namun, Yanto tetap berharap antraks pada ternak tidak menyebar luas dan bisa segera dikendalikan.

Sebab ia ingin agar harga jual tetap stabil sehingga tetap ada pemasukan.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved