Update Gunung Merapi
Berita Terbaru Gunung Merapi Senin 31 Januari 2022, Luncurkan 7 Kali Lava Pijar Sejauh 1,8 Km
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimal 1,8 Km ke barat daya
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimal 1,8 Km ke barat daya pada Senin (31/1/2022) periode pukul 00.00-06.00 WIB.
Dikutip Tribunjogja.com dari laporan harian yang diunggah dalam laman resmi BPPTG, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-50 m di atas puncak kawah.
Gempa guguran terjadi sebanyak 39 kali dengan amplitudo 3-27 mm, berdurasi 22-190 detik.
Hembusan terjadi satu kali dengan amplitudo 2 mm berdurasi 11 detik.
Gempa hybrid atau fase banyak berjumlah 12 kali dengan amplitudo 2 mm, S-P 0,4 detik berdurasi 12 detik.
Gempa vulkanik dangkal berjumlah empat kali dengan amplitudo 45-75 mm berdurasi 12-37 detik.
“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III atau siaga,” ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.
Sementara secara meteorologi, kawasan puncak Gunung Merapi menurut Hanik cuaca terpantau berawan dan mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 13-23 °C, kelembaban udara 74-86 %, dan tekanan udara 567-717 mmHg.
“Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III,” ungkapnya.
Sementara itu terkait potensi bahaya, menurut Hanik saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya.
Cakupan meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Warga juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya. (Tribunjogja)