PKL Malioboro Ancam Kembali ke Lapak Lama Jika Tempat Relokasi Tidak Representatif 

Kalau lapaknya tak sesuai dan anggota kami tidak cukup masuk ke sana semua, saya akan kembali ke jalan.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Azka Ramadhan
Suasana rapat dengar pendapat umum terkait relokasi PKL Malioboro, di Kantor DPRD Kota Yogya, Senin (24/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pedagang kaki lima (PKL) kawasan Malioboro mendesak Pemerintah Kota (Pemkot Yogyakarta supaya memastikan kelayakan Teras Malioboro, sebelum menempuh relokasi.

Termasuk, melakukan upaya agar tempat baru itu tetap disinggahi pelancong. 

Ketua Paguyuban PKL Handayani, Sogi Wartono mengatakan pihaknya tidak segan-segan kembali berjualan di lapaknya yang lama jika memang tempat relokasi tersebut dinilai tak representatif.

Menurutnya, itu lebih baik dibanding tetap memaksakan jualan di area Teras Malioboro. 

"Kalau lapaknya tak sesuai dan anggota kami tidak cukup masuk ke sana semua, saya akan kembali ke jalan. Mereka sepertinya tidak paham, kalau jualan di Malioboro itu ada masa sepi juga," urainya, seusai Rapat Dengar Pendapat Umum di DPRD Kota Yogya, Senin (24/1/2022). 

"Kalau musim sepi di Malioboro itu kita cuma laku dua tiga porsi saja. Bagaimana jika masuk ke Indra? Ya, bisa makin nggak laku, dan yang tanggung jawab siapa? Saya tanya kompensasi juga nggak ada itu," lanjut Sogi. 

Pria yang sehari-harinya berjualan kuliner pagi-sore di kawasan Malioboro tersebut mengaku, sudah memantau langsung lapak Teras Malioboro I  yang nantinya bakal dia tempati. Dirinya pun menilai, lapak di fasilitas itu, masih cenderung kurang layak. 

"Sudah kita cek, kan biasanya kita lapak tiga meter. Tetapi, sekarang cuma dikasih satu meter. Makanya, itu tidak pas, terkesan seadanya saja begitu," cetusnya. 

Baca juga: BREAKING NEWS : SRI Sultan HB X Pastikan PKL Malioboro akan Direlokasi Mulai Rabu Pekan Ini

Baca juga: DPRD Kota Yogyakarta Sebut Ada PKL Malioboro Tak Dapat Jatah Lapak dan Minta Pemkot Verifikasi Data

Sogi menjelaskan, sejatinya seluruh anggota paguyuban tidak ada yang menolak upaya penataan. Dengan catatan, tempat yang disediakan benar-benar representatif. Lalu, dipastikan apakah Teras Malioboro bisa 'mengundang' wisatawan, karena PKL khawatir akan sepi. 

"Lebih baik dimatangkan dulu. Umumnya, jauh-jauh hari pedagang diajak musyawarah, pindahnya kemana, lalu kebutuhan lapaknya seberapa," ucapnya. 

Terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menandaskan bahwa Teras Malioboro nantinya tetap jadi daya tarik bagi wisatawan. Pasalnya, lokasinya pun masih berada di pusat perekonomian kota pelajar.

Sehingga sama sekali tidak ada perubahan. 

"Sudah kita siapkan semua, tempatnya masih di Malioboro juga, dan itu betul-betul nyaman bagi wisatawan, karena bakal lebih mudah memilih oleh-oleh dan sebagainya, terkumpul menjadi satu," urainya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved