Update Berita Gunung Merapi
Update Gunung Merapi 22 Januari 2022, 5 Kali Guguran Lava Meluncur ke Barat Daya Pagi Ini
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 5 kali dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya, Sabtu (22/1/2022).
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 5 kali dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya, Sabtu (22/1/2022).
Hal teramati dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Kepala BPPTKG , Hanik Humaida mengatakan, secara visual gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 15-25 m di atas puncak kawah.
Baca juga: Update Terkini Gunung Merapi, Enam Jam Terakhir Luncurkan 10 Kali Guguran Lava Pijar
“Secara meteorologi, cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat.Suhu udara 13.5-21 °C, kelembaban udara 73-99 %, dan tekanan udara 625-718 mmHg,” ungkapnya.
Gempa guguran terjadi sebanyak 45 kali dengan amplitudo 3-22 mm berdurasi 22,9-188,2 detik.
Hembusan terjadi tiga kali dengan amplitudo 3-7 mm berdurasi 20-29,2 detik.
“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga,” ujarnya.
Dia mengatakan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.
Cakupan potensi bahaya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: Berita Terbaru Gunung Merapi Senin Pagi, Luncurkan 5 Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 2 KM
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi .
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tukasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Visual-Gunung-Merapi-13-Januari-2022.jpg)