Soal Nasib Guru Honorer, Ini Tiga Janji Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

Setidaknya, kata Nadiem, ada tiga janjinya yang menjadi bukti keberpihakan Kemendikbud Ristek untuk guru honorer.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.tribunnews.com
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim 

TRIBUNJOGJA.COM - Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, mengaku akan selalu memperjuangan guru honorer dalam seleksi menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut dia, Kemendikbud Ristek akan selalu ada untuk guru honorer.

"Walaupun keputusan soal PPPK guru ini merupakan keputusan Panselnas, posisi kami jelas ya tetap di samping guru honorer," ucap Nadiem secara daring dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (19/1/2022).

Setidaknya, kata Nadiem, ada tiga janjinya yang menjadi bukti keberpihakan Kemendikbud Ristek untuk guru honorer.

Baca juga: Soal Rencana Penghapusan Tenaga Honorer atau Non PNS, Begini Komentar BKD Pemda DIY

Baca juga: Nasib Honorer & Non PNS Bila Dihapus Sesuai PP No49 Th 2018, Ini Kata BKD Daerah Istimewa Yogyakarta

Pertama, yakni berjuang di Panselnas, agar guru honorer yang lulus passing grade seleksi PPPK, tetapi tidak punya formasi, maka tidak perlu dites lagi.

"Jadi, ketika formasi dibuka mereka langsung mengisi tanpa tes lagi. Pada saat formasi keluar, dia (guru honorer) langsung dapat. Ini janji saya," ungkap Nadiem Makarim.

Kedua, memberi kesempatan terbesar bagi guru honorer di sekolah negeri dalam hal seleksi PPPK.

"Walaupun demikian, hasil seleksi guru PPPK merupakan keputusan bersama di Pansel, bukan hanya di Kemendikbud Ristek. Jadi mohon dukung kami dalam pejuangan ini dan Insya Allah kita akan mendapatkan terobosan," jelas dia.

Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, saat ditemui di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (14/9/2021)
Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, saat ditemui di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (14/9/2021) (Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie)

Ketiga, sebanyak 300 ribu guru honorer yang menjadi guru PPPK mengalami peningkatan kesejahteraan.

Nadiem Makarim menegaskan, hal itu merupakan sebuah prestasi, karena sudah sangat lama pemerintah tidak mengangkat guru PPPK dengan jumlah sebanyak itu.

"Jadi (300 ribu guru honorer jadi PPPK) itu tidak kecil. Ini akan merubah kehidupan dan kesejahteraan mereka selama-lamanya, jadi ini merupakan hal yang patut diingat juga," tegas Nadiem.

Baca juga: Pegawai Non-PNS Akan Dihapus Pada 2023, Ini Tanggapan Tenaga Kependidikan dan Guru Madrasah Honorer

Baca juga: Bakal Dihapus, Bagaimana Nasib Seribu Tenaga Bantu di Sleman?

Nadiem Makarim juga mengatakan, rendahnya jumlah peminat guru honorer menjadi guru PPPK di daerah terpencil.

Alasannya, bukan hanya karena soal materi, tapi karena hal lain.

Bayangkan saja, dia menjelaskan, Kemendikbud Ristek sudah memberikan tunjangan khusus sebesar dua kali lipat bagi guru PPPK di daerah terpencil, tetapi jumlah peminatnya tetap sedikit.

"Tapi tetap saja, bukan cuma uang ini masalahnya, seluruh disrupsi dari hidupnya, kualitas hidup itu buat orang-orang kita itu sangat penting, bukan hanya uang," tukas Nadiem Makarim. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiga Janji Nadiem Makarim bagi Guru Honorer, Salah Satunya Jadi PPPK"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved