Berita Bantul Hari Ini
Asap Cair Hasil Inovasi Warga Bantul Mampu Memulihkan pH Tanah
Praktisi agribisnis, Budi Santosa yang merupakan warga Tegal Malang, Dusun Grujugan, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul mengembangkan alat pengasapan
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Adapun asap cair yang digunakan untuk pertanian merupakan liquid hasil destilasi dengan grade 2. Dirinya pun juga melakukan pemurnian sehingga menghasilkan cairan grade 3 yang lebih bening dan dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan.
Baca juga: DPRD Kulon Progo Terbitkan Perda Kabupaten Layak Anak Saat Marak Kasus Pelecehan Seksual
"Grade 3 mengandung dapat bisa menghilangkan bau dan sebagai bahan pengawet juga bisa anti rayap untuk bidang industri," katanya.
Dirinya pun telah membuat asap cair versi tepung yang bisa digunakan untuk mengawetkan mi atau bahan makanan lainnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat membantu para petani dalam menggarap lahannya, terlebih saat ini pemerintah tengah menggencarkan sistem IP 400 atau masa tanam empat kali dalam satu tahun. Dengan IP 400 maka kesuburan tanah akan semakin menipis, namun dengan inovasi asap cair tersebut para petani dapat menghasilkan panen yang maksimal dan masa tanam yang lebih singkat yakni 75 hari.
"Rencananya memang produk ini akan saya komersilkan, namun untuk sementara hanya digunakan untuk kalangan sendiri," tandasnya. (nto)