Berita Pendidikan Hari Ini
Berlangsungnya PTM 100 Persen di Sleman, Orangtua Diminta Berikan Perhatian Ekstra
Laju penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman cenderung landai, menjelang mulai dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 perse
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Laju penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman cenderung landai, menjelang mulai dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.
Walau demikian, bukan berarti tidak ada kasus sama sekali. Masih ditemukan ada penambahan kasus harian meskipun jumlahnya relatif kecil.
"Walaupun landai, penambahan kasus Covid-19 harian masih ada, rata-rata di bawah 5 per hari. Karena itu, dengan PPKM Level 2 yang mobilitas masyarakat ini sudah cukup tinggi, mau tidak mau, butuh kesadaran orangtua untuk memprotek, dan menjaga protokol kesehatan. Karena keberlangsungan PTM anak-anak kita ini, sangat tergantung pada bagaimana masyarakat dapat mempertahankan peta hijau dan level 2 ini," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, Sabtu (15/1/2022).
Baca juga: Setiap Senin, Semua Kegiatan Rapat di Kabupaten Bantul Wajib Menyajikan Menu Olahan Ikan
Menurut Evie, yang paling penting saat dilaksanakan PTM 100 persen adalah orangtua memiliki perhatian terhadap anak.
Sebab, dengan dimulainya pembelajaran tatap muka, seratus persen kantin sekolah sementara belum boleh buka.
Artinya, orangtua harus menyiapkan bekal agar anak tidak jajan sembarangan.
"Bekal tidak harus mahal atau tidak harus berlebihan. Karena kemampuan keluarga itu berbeda-beda ya. Yang penting kecukupan secara gizi. Dan saya yakin, masing-masing orangtua sudah punya strategi sendiri untuk bekal anaknya," kata Evie.
Pembelajaran tatap muka seratus persen ini, memang harus menjadi perhatian bersama.
Meksipun, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sleman cenderung masih landai.
Akan tetapi masih ditemukan ada kasus positif dan meninggal dunia dalam waktu sepekan terakhir.
Rekap data tanggal 10 - 15 Januari 2022, tercatat di Kabupaten Sleman ada penambahan sebanyak 19 kasus dan dua meninggal dunia.
Baca juga: Terbakar Cemburu, Pelaku Pembacokan dan Pemukulan Terhadap Pemuda di Magelang Diamankan Polisi
Terlebih, kasus Covid-19 dari varian Omicron, di Indonesia juga semakin bertambah banyak.
Bahkan per 15 Januari, jumlahnya sudah mencapai 725 kasus di DKI Jakarta.
Karenanya, Evie meminta kepada masyarakat, terutama orangtua supaya tidak lengah.
Senantiasa mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker.
Hal ini sekaligus dapat memberi contoh kepada putra-putrinya.
"Kalau orangtuanya selalu memakai masker, ini bisa menjadi contoh. Anak-anak akan meniru," ujar dia. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-berita-pendidikan.jpg)