Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Dinkes DIY Targetkan Kirim 70 Sampel untuk Pemeriksaan WGS dalam Upaya Deteksi Omicron
Dinas Kesehatan DIY menargetkan untuk mengirimkan 70 sampel pasien Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan DIY menargetkan untuk mengirimkan 70 sampel pasien Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).
Langkah itu dilakukan untuk mendeteksi penularan varian Omicron di DI Yogyakarta.
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie mengungkapkan, sementara ini baru ada sekitar 15 sampel yang dikirim untuk diperiksa.
Baca juga: Stok Kosong, Dinkes Klaten Belum Tahu Kapan Bisa Melaksanakan Vaksinasi Booster Covid-19
Rinciannya, 7 sampel diperoleh dari Kota Yogyakarta dan sisanya 8 sampel dari klaster penularan keluarga di Kulon Progo.
"Yang dikirim kan yang dengan kriteria CT di bawah 30 dan di satu keluarga banyak yang positif," ujarnya, Kamis (13/1/2022).
Pembajun menjelaskan, Klaster Keluarga di Kulon Progo tergolong cepat menular sehingga diindikasi sebagai penularan varian Omicron.
Selain itu, dari 11 hasil tes PCR, sejumlah sampel juga ada yang menunjukkan CT di bawah angka 30.
"Yang CT di bawah 30 nggak sampai 8 sampel tapi karena biar lebih aman diperiksa semuanya saja," terangnya.
Saat ini seluruh sampel tersebut masih dalam tahap pemeriksaan.
Jika ada hasil positif maka Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan segera mengumumkannya kepada publik.
"Sudah masuk diperiksa tapikan periksanya nggak seperti periksa PCR yang langsung jadi," bebernya.
"Target kita minimal 70 untuk dites WGS. Dari pusat minta itu. Tahap pertama ini diminta cepat mengirim. Periksanya di BB Vet dan UGM. Kita (DIY) sudah bisa periksa sendiri," sambungnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi, Pembajun memastikan bahwa seluruh RS rujukan Covid-19 di DIY siap untuk kembali mengaktifkan tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19.
Untuk RS pemerintah bakal diminta untuk mengalokasikan 30 persen dari total tempat tidur untuk Covid-19 sementara RS swasta sebesar 20 persen.
Baca juga: Iklan Rokok di Kulon Progo Dilarang, PAD dari Pemasangan Papan Reklame Menurun
"Juga isoter bisa diaktifkan kembali. Nakes selama ini masih ada sesuai dengan kebutuhan ya kalau terjadi lonjakan kita rekruitmen seperti kemarin," tuturnya.
Lebih jauh, Pembajun juga akan mengembangkan layanan telemedicine agar pasien bisa berkonsultasi dengan dokter secara daring.
Langkah ini diharapkan meminimalisir penularan Covid-19. (tro)