Berita Gunungkidul Hari Ini
Efek Libur Nataru, PHRI Gunungkidul Sebut Peningkatan Pendapatan Terdongkrak 70 Persen
Tingginya kunjungan wisata ke Gunungkidul selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin turut berdampak positif pada sektor industri pariwisata
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tingginya kunjungan wisata ke Gunungkidul selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin turut berdampak positif pada sektor industri pariwisata. Peningkatannya pun terbilang signifikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto menyampaikan bahwa peningkatan pendapatan tersebut juga dirasakan para anggotanya.
"Lumayan kenaikannya karena Nataru kemarin, sekitar 70 persen," katanya dihubungi pada Rabu (12/01/2022).
Baca juga: Didera Hujan Deras, Tebing Longsor di Kabupaten Magelang Akibatkan Satu Irigasi Tertutup
Menurut Sunyoto, peningkatan pendapatan tak hanya dirasakan selama Nataru, bahkan juga beberapa hari setelahnya.
Sebab masih ada wisatawan yang berkunjung meski libur telah usai.
Ia menyatakan peningkatan tersebut jelas berdampak positif pada sektor industri pariwisata.
Apalagi kondisi ekonomi sektor wisata sempat terpuruk akibat kebijakan PPKM.
"Setidaknya kami sebagai pelaku wisata mendapat suntikan darah segar lagi," ujar Sunyoto.
Ia juga menyebut keberadaan sejumlah destinasi wisata baru juga berpengaruh pada angka kunjungan.
Peningkatan tersebut pun akhirnya berdampak pada pendapatan pelaku wisata dari belanja wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Mohamad Arif Aldian menilai ekonomi masyarakat dengan sendirinya akan meningkat, sejalan dengan tingginya angka kunjungan wisata.
"Memang belum sepenuhnya pulih, tapi setidaknya ada peningkatan," jelasnya Arif.
Menurutnya, peningkatan ini tetap berdampak positif pada pendapatan sehari-hari masyarakat. Terutama yang beraktivitas di sektor pariwisata.
Baca juga: BERITA KRIMINAL: Pacar Direbut Orang, Residivis Ngamuk di Sleman Bawa Kapak dan Besi Ulir
Arif berharap situasi pandemi Covid-19 bisa lebih terkendali ke depan.
Apalagi di 2022 ini, pihaknya memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi, yaitu Rp 27 miliar.
"Kami harap pulihnya situasi juga akan membuat roda perekonomian masyarakat bisa kembali normal, terutama di pariwisata," katanya.
Mengacu pada Dispar Gunungkidul, selama libur Nataru kemarin tercatat sebanyak 177.890 pengunjung dengan total pendapatan lebih dari Rp 1,26 miliar.
PAD sektor wisata di 2021 pun mencapai Rp 12,5 miliar lebih, 104,6 persen dari target. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)