Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Bupati Klaten Sri Mulyani sebut Produksi Padi di Klaten Capai 480.023 Ton Pada Tahun 2021

Bupati Klaten, Sri Mulyani memaparkan hasil produksi tanaman padi di daerahnya meningkat tahun 2021 bila dibandingkan dengan tahun 2020.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten Sri Mulyani saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pencanangan IP 400 di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani memaparkan hasil produksi tanaman padi di daerahnya meningkat tahun 2021 bila dibandingkan dengan tahun 2020.

Data itu, ia paparkan saat menerima kunjungan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat  mencanangkan indeks pertanaman (IP) 400 atau penanaman padi 4 kali setahun di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/1/2022).

"Wilayah Klaten adalah daerah yang kuat dengan karakter tanah yang agraris, bertanah subur dan cakupan air tanah yang melimpah, sehingga menyimpan potensi pertanian yang dapat diandalkan," ujar Mulyani.

Baca juga: Pemanfaatan TPSSS Untuk Limbah B3 di Kota Yogyakarta Dinilai Belum Optimal

Kemudian, dengan luas lahan sawah mencapai 31.943 hektare, yang tersebar di 26 kecamatan dengan kelompok tani hamparan sejumlah 1.058.
 
"Pada tahun 2021 luas tanam 73.842 hektare dan luas panen mencapai 73.754 hektare, dengan produksi padi sebesar 480.023 ton," jelasnya.

Jumlah itu, lanjut Sri Mulyani mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 448.668 Ton.

Selanjutnya, Mulyani menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Klaten dari tahun 2013 mulai mengadakan pemuliaan rojolele yang merupakan varietas unggul lokal Kabupaten Klaten.

Pemuliaan varietas rojolele itu, hasil kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir (BATAN), dan telah dinyatakan lulus uji dalam sidang pelepasan varietas tanaman pangan oleh Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

"Alhamdulillahi tahun 2019 sudah terbit Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 482/HK.540/C/10/2019 tentang Pelepasan calon padi sawah A10 sebagai varietas unggul dengan nama rojolele Srinuk tertanggal 21 Oktober 2019," ucapnya.

Baca juga: Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Tegaskan Skuter Listrik Tidak Boleh Beroperasi di Jalan Raya 

Varietas benih Rojolele Srinuk ini, kata dia memiliki beberapa keunggulan, utamanya  masa tanamnya lebih pendek sekitar 120 hari dan tinggi kurang lebih 113 sentimeter.

"Sehingga rojolele srinuk ini, tahan rebah dan masih ada keunggulankeunggulan lain," katanya.

Guna mendukung rojolele Srinuk sekaligus mengangkat pendapatan petani, Pemerintah Kabupaten Klaten menetapkan beberapa kebijakan diantaranya, pemberian bantuan benih dan Saprodi untuk kelompok tani.

"Dalam rangka sosialisasi dan pengembangan rojolele srinuk melalui APBD II Kabupaten Klaten, selain itu, juga gerakan memasyarakatkan beras rojolele srinuk dan rojolele srinar bagi ASN dan pegawai BUMD di Kabupaten Klaten," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved