Tingkat Global Masih Dalam Situasi Gelombang Ketiga dan Keempat Covid-19

Sehingga sampai saat ini tercata total lebih dari 268 juta kasus Covid-19 dengan 5,2 juta kematian

Getty Images via AFP
Warga menunggu dilakukan tes Covid di New York City 

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyampaikan update terbaru terkait pandemi global dan nasional.

Saat ini kata Nadia, di tingkat global masih dalam situasi gelombang ketiga dan keempat.

Namun, beberapa negara sudah mulai menunjukkan penurunan kasus baru mingguan.

"Kita ketahui berdasarkan laporan WHO terjadi penurunan kasus mingguan sebanyak 5 persen. Dan kematian turun sebanyak 10 persen," ungkapnya pada kanal YouTube Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) -KPCPEN, Rabu (15/12/2021).

Sehingga sampai saat ini tercata total lebih dari 268 juta kasus Covid-19 dengan 5,2 juta kematian. Saat ini Afrika mengalami peningkatan sangat tajam. 

Yaitu sebesar 111 persen dan mungkin berkaitan dengan kemunculan varian Omicorn di sana. Ada pun negara yang melaporkan kasus tertinggi adalah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis dan Rusia.

Untuk cakupan vaksinasi, ini juga masih bervariasi. Terutama untuk negara Afrika terhitung masih rendah dbandingkan negara lainnya. Nadia pun menyampaikan situasi di Indonesia terjadi penurunan kasus baru mingguan sebesar 17 persen. 

"Walau terjadi peningkatan kematian 14 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Artinya kita harus lebih waspada untuk melakukan deteksi lebih dini," tambahnya.

 
Di sisi lain testing rate dan positivity rate serta penggunaan tempat tidur Covid-19 menurut Nadia masih dalam level aman. Namun Nadia masih tetap menegaskan masyarakat untuk taat protokol kesehatan.

"Kita tentu harus tetap waspada dan bersiap, jika gelombang berikutya muncul. Sejauh ini dari hasil sekuensing nasional, kita belum menemukan kasus omicorn di negara kita ini," pungkasnya.

Omicron

Badan Organisasi Dunia atau WHO melaporkan pertanggal 15 desember 2021, sudah ada 76 negara yang melaporkan telah menemukan kasus Omicorn.


Baik diperoleh dari para pelaku perjalanan, maupun yang diperoleh dari komunitas. Artinya telah ada kemungkinan penularan di tingkat masyarakat. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved