Mayoritas Pasien yang Terpapar Covid-19 di Bantul Tidak Bergejala
Penambahan terbanyak terjadi pada Jumat (26/11/2021) kemarin di mana terjadi kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 36 orang.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencatat terjadi penambahan kasus konfirmasi positif cOVID-19 pada Senin (29/11/2021) bertambah sebanyak dua orang.
Sementara total warga yang melakukan isolasi berjumlah 139 orang.
Penambahan terbanyak terjadi pada Jumat (26/11/2021) kemarin di mana terjadi kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 36 orang.
Namun demikian, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa dari kasus-kasus tersebut bukan berasal dari Varian B.1.1.529 atau Omicron yang saat ini dikhawatirkan masyarakat.
"Sampai hari ini belum ditemukan varian baru itu, tetapi kita mengantisipasinya dengan peningkatan imunitas, herd immunity yaitu vaksinasi," ujarnya Selasa (30/11/2021).
Namun demikian, dirinya mengakui pada pekan kemarin terdapat peningkatan kasus baru. Namun, dia menilai semua kasus baru tidak ada yang bergejala.
"Semua paparan Covid-19 terakhir ini tanpa gejala," imbuhnya.
Halim menyebut banyaknya kasus baru tanpa gejala karena efektivitas vaksinasi Covid-19.
Untuk itu pihaknya terus menggencarkan vaksinasi hingga 100 persen.
"Mungkin ini karena efektivitas vaksinasi kita. Kendati demikian paparan tetap harus dicegah, dan sampai saat ini tidak ada laporan klaster-klaster baru," ucapnya.
Baca juga: Penularan Covid-19 di Sekolah Melandai, Pemda DIY Putuskan PTM Tetap Berlanjut
Baca juga: Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di DIY Hari Ini Tambah 20 Pasien, Total Kasus jadi 156.750
Meski capaian vaksinasi sudah menyentuh lebih dari 80 persen, Bupati berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan vaksin saja.
Namun juga ditunjang dengan pola hidup sehat seperti olahraga, makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Karena dengan demikian, imunitas di dalam tubuh dapat ditingkatkan serta menjalankan prokes secara disiplin.
Sementara terkait penambahan 36 kasus pada hari Jumat kemarin, sebagian besar berasal dari hasil tracing 3 murid SMP di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Bambanglipuro dr. Tarsisius Glory mengatakan, bahwa dari 36 penambahan kasus tersebut 20 di antaranya berawal dari Kapanewon Bambanglipuro.
Ia mengungkapkan bahwa 20 kasus baru itu hasil dari tracing 3 murid SMPN 2 Bambanglipuro yang sebelumnya menjalani swab acak sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/marak-kasus-kenakalan-remaja-di-bantul-sekolah-diminta-beri-perhatian-khusus-pada-siswa.jpg)