Penularan Covid-19 di Sekolah Melandai, Pemda DIY Putuskan PTM Tetap Berlanjut
Pemda DIY memutuskan untuk tetap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY memutuskan untuk tetap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas setelah kasus penularan di kalangan pelajar mulai melandai.
Sebelumnya, wacana penghentian PTM sempat mencuat karena klaster Covid-19 di sekolah terus bermunculan pasca pemerintah kabupaten/kota menggelar program tes acak.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai bahwa temuan klaster penularan di sekolah telah melandai belakangan ini, sehingga PTM batal dihentikan.
"Jadi kalau kita lihat PTM kayaknya sudah agak mereda sehingga keputusan kita hanya kita hentikan dulu yang memang ada positifnya sementara yang lain masih jalan PTM," jelas Aji, Selasa (30/11/2021).
Pihaknya pun telah meminta sekolah untuk melakukan pengawasan secara lebih ketat terhadap peserta didiknya.
Satgas yang dibentuk di tingkat kalurahan atau desa juga berkoordinasi dengan sekolah untuk mengantisipasi kemunculan klaster Covid-19.
"Kita pantau dan kita melakukan pemetaan laporan terakhir tentang tes sampel yang dilakukan itu diinformasikan ke pihak-pihak yang bersangkutan (sekolah dan satgas desa)," katanya.
Aji belum bisa merinci sekolah mana saja yang ditemui klaster penularan. Sebab, upaya tes skrining masih terus dilakukan.
Baca juga: Bupati Gunungkidul Soal Penularan Covid-19 Saat PTM: Prokes Sekolah Ditegakkan
Baca juga: Hasil Skrining Acak Tahap Pertama, Total 26 Siswa Peserta PTM di Kota Yogyakarta Terpapar Covid-19
Kendati demikian, dia memastikan bahwa sekolah yang ditemui penularan bakal langsung dialihkan untuk menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Kita hentikan nanti proses pembelajaran kembali daring," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya menuturkan, saat ini tes acak digencarkan di semua jenjang pendidikan baik dari SD, SMP, dan SMA.
Dari 10 persen sekolah yang dilakukan tes acak, hanya satu sekolah yang positivity rate-nya melampaui 5 persen.
Untuk diketahui, positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan
Kemudian dari 10 persen sekolah yang dites acak itu, tak sampai 50 persennya ditemukan kasus terkonfirmasi. Dia memperkirakan hanya ada 30 persen sekolah yang ditemui penularan.
Sehingga Didik pun menyimpulkan bahwa penyelenggaraan PTM masih tergolong aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sekolahnya-terdampak-jjls-pelajar-sdn-tepus-2-bertahan-di-balai-pedukuhan.jpg)