Bupati Gunungkidul Soal Penularan Covid-19 Saat PTM: Prokes Sekolah Ditegakkan
creening Covid-19 yang dilakukan pada warga sekolah di Gunungkidul mengungkapkan masih banyak kasus positif yang ditemukan. Setidaknya sudah ada
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Screening Covid-19 yang dilakukan pada warga sekolah di Gunungkidul mengungkapkan masih banyak kasus positif yang ditemukan.
Setidaknya sudah ada puluhan orang yang diketahui terpapar setelah screening dilakukan.
Menanggapi temuan tersebut, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengingatkan pihak sekolah untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes).
Baca juga: Program Belanja Luar Biasa Murah Bisa Dapat Rumah (BLBMBDR) Manna Kampus Dimulai Hari Ini
"Prokes di setiap sekolah harus tetap ditegakkan," katanya pada wartawan, Senin (29/11/2021) lalu.
Menurut Sunaryanta, masalah kedisiplinan prokes tidak bisa diabaikan.
Sebab begitu ada temuan satu kasus positif, maka akan lebih mudah menyebar ke orang lain, dalam hal ini pelajar hingga warga sekolah.
Ia meyakini pula penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah lebih bisa ditangani.
Faktor daya tahan tubuh pelajar yang dinilainya lebih kuat bisa mempercepat proses penyembuhan hingga penanganan.
"Meski begitu, tetap penggunaan maskernya harus dijaga," ujar Sunaryanta.
Ia kini juga menaruh harapan pada vaksinasi Covid-19 bagi kelompok umur 6-11 tahun.
Menurut informasi yang diterimanya dari pusat, pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok ini akan dimulai tahun depan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan, hingga kemarin pihaknya menerima laporan ada 44 orang terkonfirmasi positif dari screening PTM.
"39 orang penduduk Gunungkidul, 5 lainnya dari luar wilayah," kata Dewi.
Baca juga: Pakar UGM Beberkan Beragam Bukti Varian Omicron, Mulai Tingkat Penularan Hingga Efektivitas Vaksin
Ia mengatakan ada 1.218 warga sekolah yang sudah menjalani screening PTM.
Seluruhnya merupakan pelajar dan guru dari sekolah yang dijadikan sampel screening.
Menurut Dewi, proses screening masih berkutat di jenjang SMA/SMK.
Sedangkan untuk jenjang SD-SMP, ia tak merinci kapan prosesnya akan mulai dilakukan.
"Belum ada (screening jenjang SD-SMP)," ujarnya. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-gunungkidul-sunaryanta-301121.jpg)