Breaking News:

Dalam Sepekan, Polres Bantul Tangkap 23 Pelaku Klitih, Sebagian Besar Berstatus Pelajar

Dalam Sepekan, Polres Bantul Tangkap 23 Pelaku Klitih, Sebagian Besar Berstatus Pelajar

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Santo Ari
Polres Bantul menghadirkan puluhan pelaku kejahatan jalanan dalam konferensi pers, Senin (29/11/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beberapa hari ini masyarakat diresahkan oleh aksi kejahatan jalanan yang dilakukan oleh anak-anak remaja.

Mereka tak segan mempersenjatai diri dengan senjata tajam.

Polisi pun langsung melakukan penindakan dengan menangkap para pelaku kejahatan jalanan yang sering disebut klitih oleh warga Yogyakarta.

Pada Senin (29/11/2021) Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menggelar konferensi pers dan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap sebanyak 23 pelaku kejahatan jalanan. Mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar.

Adapun 23 pelajar ini hasil pengungkapan petugas kepolisian dalam sepekan dan berasal dari 6 tempat kejadian yang berbeda yakni di Jalan Bantul KM 7, Pendowoharjo, Sewon, Bantul; Jalan Samas KM 12, Selo, Sidomulyo, Kretek, Bantul.

Kemudian Jalan Samas, Palbapang, Bantul; Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogya; Jalan Janti Timur, Banguntapan, Bantul; dan ruko di Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

"Ini adalah para pelaku kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat. Sebagian besar adalah pelajar. Cukup miris. Sebagian besar pelajar dari berbagai sekolah tidak cuma di Bantul ada di Sleman ada di Kota Yogyakarta dan ada di Bantul sendiri," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyatakan bahwa aksi kejahatan yang dilakukan  para pemuda ini berbagai jenis modusnya. Misalnya terkait kepemilikan senjata tajam, perusakan hingga pengeroyokan.  

Baca juga: Berdalih Ingin Berantas Klitih di Yogyakarta, 3 Pelajar Asal Boyolali Ditangkap Gara-gara Bawa Sajam

Baca juga: Lagi, Remaja Terduga Klitih di Bantul Diamankan Polisi 

Baca juga: Pelaku Klitih di Bantul Pura-pura Tidur Saat Didatangi Polisi

Ihsan pun membeberkan, bahwa dalam melakukan aksinya, para pemuda ini mayoritas terpengaruh minuman keras hingga obat-obatan terlarang.

Mulanya mereka sekedar nongkrong, namun karena terpengaruh miras dan obat-obatan terlarang, mereka lantas berbuat onar. Biasanya aksi mereka dilakukan pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved