Breaking News:

Pandemi Covid 19

Varian Baru B.1.1.529, Jadi Virus Corona Paling Bermutasi dari yang Pernah Ada

Varian B.1.1.529 ini setidaknya sudah membawa 32 mutasi. Banyak di antaranya menunjukkan hal itu sangat menular dan tahan vaksin

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Para ahli mengungkapkan kekhawatirannya terkait munculnya varian baru virus corona berkode B.1.1.529. Varian baru ini kali pertama muncul di Botswana dengan membawa 32 mutasi yang luas. Para ahli memperkirakan jenis ini mampu melewati antibodi. Itu artinya bahwa mereka lebih kebal terhadap vaksinasi. Serta dengan tingkat penyebaran yang lebih luas.

Sejauh ini, baru ada 10 kasus strain, yang akhirnya bisa diberi nama 'Nu', yang telah terdeteksi.

Tapi itu sudah terlihat di tiga negara, dengan menunjukkan variannya lebih luas.

Varian B.1.1.529 ini setidaknya sudah membawa 32 mutasi. Banyak di antaranya menunjukkan hal itu sangat menular dan tahan vaksin, dan memiliki lebih banyak perubahan pada protein lonjakannya daripada varian lainnya.

Profesor Francois Balloux, ahli genetika di University College London mengatakan kemungkinan muncul pada infeksi yang menetap pada pasien immunocompromised atau kondisi kelainan sistem kekebalan tubuh, seperti halnya pada penderita AIDS yang tak terdiagnosa.

Perubahan pada lonjakan protein yang dimiliki varian ini juga akan mempersulit program vaksinasi. Lantaran mereka sudah melatih sistem kekebalan untuk mengenali versi yang lebih lama dari bagian virus ini. Ia juga menyebut bahwa varian ini kemungkinan jauh lebih mampu menghindari antibodi dibandingkan dengan varian delta.

"Tapi tidak perlu terlalu khawatir, kecuali frekuensinya mulai naik," katanya.

Pada pasien dengan sistem kekebalan yang lemah, infeksi dapat bertahan selama berbulan-bulan karena tubuh tidak mampu melawannya.

Ini memberi virus waktu untuk memperoleh mutasi yang memungkinkannya untuk melewati pertahanan tubuh.

Sementara itu, Dr Tom Peacock, seorang ahli virus di Imperial College yang pertama kali mengetahui penyebarannya, menggambarkan kombinasi mutasi varian itu sebagai 'mengerikan'.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved