Breaking News:

Pengakuan Pemuda di Bantul yang Jual Perabotan Rumah Orang Tua demi Memberi Hadiah Pacarnya

Belum lama ini petugas kepolisian dari Polsek Pundong menangkap seorang pemuda berinisial DRS (24) yang tega menjual seluruh perabot rumah milik orang

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Tersangka DRS saat berada di Polres Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Belum lama ini petugas kepolisian dari Polsek Pundong menangkap seorang pemuda berinisial DRS (24) yang tega menjual seluruh perabot rumah milik orang tuanya.

Bahkan tersangka juga menjual daun pintu dan berniat menjual genting rumah.

Saat dibawa ke Polres Bantul, tersangka mengakui bahwa ia  melakukan perbuatan itu karena pendapatannya sebagai driver ojek online sedikit.

Terlebih dia harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menuruti keinginan pacarnya yang baru dikenal 1 bulan.

Sejak 14 Oktober kemarin, ia mulai menjual perabotan rumah milik orang tuanya. Aksinya tidak diketahui oleh ibunya, karena sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga di daerah Kasihan. Sedangkan ayahnya sudah meninggal belum lama ini.  

Baca juga: Buntut Pernyataan Kontroversial, Pemuda Pancasila DIY Tuntut Permintaan Maaf Junimart

Aksinya terhenti setelah tetangga sekitarnya memergoki tersangka sedang menurunkan genting rumah dan akan dijual.

Saat dibawa di Polres Bantul, Rabu (24/11/2021) DRS mengaku menjuali barang-barang di rumahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus untuk memberikan hadiah-hadiah untuk pacarnya.

"Kalau itu (uang hasil jual perabotan rumah) saya buat makan sehari-hari, sama buat cewek saya. Saya cewek ada satu, rumahnya di Ngawi, Jawa Timur," ujarnya.

DRS mengaku mengenal pacarnya baru satu bulan, saat dia mendapat orderan di sekitar Terminal Giwangan. Sejak saat itu keduanya pun menjalin hubungan asmara. Selama itu pula, DRS kerap memenuhi kebutuhan pacarnya. Pasalnya DRS mengaku sudah sangat cinta kepada pacarnya.

"Sistemnya memberi ya langsung kasih, kadang berupa makanan, kadang tas dan kadang baju. Saya lakukan ya karena cinta," ujarnya.

Bahkan masih dalam posisi keadaan terborgol dan memakai baju tahanan ia menyampaikan pesan kepada pacarnya tersebut.  

Baca juga: Persikup Kulon Progo Proyeksikan Tim Untuk Porda 2022 Selain Liga 3

"Jaga kesehatan dan jangan lupa makan," ucapnya.

Selain itu, ia pun juga menyatakan rasa penyesalannya karena telah berbuat jahat kepada ibunya.  

"Saya menyesal. Setelah merenung di sel saya menyesal lahir batin. Sudah minta maaf ke ibu saya. Yang jelas karena sudah begini ya berani berbuat harus berani bertanggung jawab," tutupnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved