Headline
Reservasi Hotel Nyaris Penuh, PHRI Berharap Wisata Buka di Akhir Tahun
Deddy Pranowo Eryono: "Sampai dengan saat ini reservasi di periode tanggal 22 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 mencapai 70 persen.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, TRIBUN - Mendekati libur perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru) tingkat pemesanan atau reservasi kamar hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mencapai 70 persen.
Kendati ada rencana pemerintah pusat menyeragamkan level PPKM diseluruh wilayah Jawa-Bali dan wilayah lainnya menjadi level 3, namun tampaknya hal itu tidak berpengaruh bagi pengusaha hotel di DIY.
"Sampai dengan saat ini reservasi di periode tanggal 22 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 mencapai 70 persen. Kami berharap selalu kondusif dan baik-baik saja ke depannya," ucap Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, Senin (22/11/2021).
Dia berharap pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang berdampak buruk terhadap industri pariwisata, termasuk penyedia jasa hotel.
Deddy juga meminta, supaya wacana soal penerapan PPKM level 3 di semua wilayah di Indonesia saat akhir tahun nanti tidak berimbas signifikan terhadap dunia pariwisata di DIY.
Sebab, menurutnya, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin adakah kunci dalam mencegah penyebaran Covid-19.
"Kami berharap agar semuanya bisa berjalan berdampingan. Artinya pemerintah juga memikirkan soal pariwisata sambil kesehatan dijaga dengan optimal. Kami juga terbuka, misal ada anggota kami atau pelaku pariwisata yang melanggar langsung ditindak tegas," imbuhnya.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa Kota Yogyakarta juga sudah menerapkan kebijakan skrining yang ketat terhadap wisatawan dengan skema satu pintu masuk bagi bus pariwisata. Sistem itu menurutnya merupakan langkah yang tepat dalam mencegah potensi lonjakan kasus Covid-19.
"Itu saya pikir bagus sebagai langkah skrining, sehingga berlapis. Ketika wisatawan masuk dicek, kemudian saat di hotel juga diperiksa kembali. Soal vaksinasi kan kita juga signifikan. Nah, ini yang memang perlu dijaga. Kami senantiasa berharap bahwa ke depan kondisinya tetap kondusif," tandasnya.
Tunggu aturan
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman hingga kini masih menunggu aturan lebih detail mengenai rencana Pemerintah Pusat yang bakal menerapkan PPKM level 3 saat libur Nataru di seluruh wilayah Indonesia. Nantinya, meskipun PPKM akhirnya ditingkatkan ke Level 3, diharapkan tidak ada penutupan destinasi wisata.
"Intinya, kami masih menunggu pengaturan lebih detail melalui Inmendagri (instruksi menteri dalam negeri), Ingub maupun Inbup. Kita berharap tidak ada penutupan destinasi wisata yang telah memenuhi syarat. Seperti memiliki sertifikat CHSE dan kode batang aplikasi PeduliLindungi," kata Kepala Dinpar Sleman, Suparmono kepada wartawan, Senin (22/11/2021).
Penerapan PPKM Level 3 yang dibarengi dengan sejumlah pengetatan tentu akan berdampak pada sektor wisata. Di mana okupansi jumlah kunjungan diprediksi akan menurun. Sebab, apabila mengacu pada aturan PPKM level 3 sebelumnya, maka kapasitas pengunjung dibatasi hanya 25 persen.
Kemudian, anak di bawah usia 12 tahun tidak diperkenankan masuk ke destinasi wisata. Lalu, wajib memiliki sertifikat CHSE dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sampai saat ini, ada sekitar 155 destinasi wisata, termasuk hotel dan restoran di Bumi Sembada yang sudah mengantongi sertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut.
Menyambut libur Nataru, Suparmono sebelumnya mengungkapkan, jawatannya tidak akan menggelar even apapun di destinasi wisata. Sebab, menghindari penumpukan wisatawan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di masa PPKM Level 2 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/malioboro-dipadati-wisatawan-pada-minggu-10102021.jpg)