Breaking News:

Dinkes Sleman Mulai Gunakan PCR untuk Swab Sampling di Sekolah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman kembali akan melanjutkan swab sampling (tes usap acak) di sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman kembali akan melanjutkan swab sampling (tes usap acak) di sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Namun, berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan antigen, swab sampling saat ini mulai menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). 

Penggunaan swab PCR ini dinilai lebih menguntungkan. Sebab, tidak perlu lagi exit tes. 

Baca juga: Gelar Pekan Budaya Difabel Ketiga, Disbud DIY Suguhkan Berbagai Kegiatan Menarik

"Kalau antigen misalnya hasilnya negatif, maka masih harus karantina dan menunggu lima hari ke depan (untuk kembali tes PCR)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni, Selasa (23/11/2021). 

Padahal, menurut dia, ketika diminta karantina karena terkena tracing, masyarakat selama ini ada yang keberatan.

Sebab, merasa dirinya tidak sakit dan tidak bergejala apa-apa. Ketika kemudian dilakukan tes ulang dengan metode PCR ternyata hasilnya positif.

Namun, sudah terlanjur banyak beraktivitas di luar rumah. 

Kini, tes sampling langsung menggunakan PCR. Penggunaan tes dengan metode pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel virus ini sesuai kebijakan dari Pemerintah Pusat.

Di Kabupaten Sleman sendiri, sudah dimulai sejak pekan kemarin. 

Baca juga: Hasil Swab Acak di Sekolah, Ditemukan 46 Siswa dan Guru di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Novita menyebut, dari hasil tes usap sampling yang dilakukan kepada sekitar seribu siswa maupun guru jenjang SD hingga SMP Negeri dan swasta di Sleman, hanya dijumpai dua kasus positif dari satu sekolah. 

"Alhamdulillah, setelah disampling tidak ada kasus lagi. (Kasus positif ditemukan) hanya di Pakem kemarin. Di SD - SMP lain hasilnya negatif semua," tutur dia. 

Lebih lanjut, Novita mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pekan depan akan kembali menggelar swab sampling PCR. Sasarannya, adalah siswa maupun guru tingkat sekolah SMA / SMK.

Nantinya, tes ini akan terus berlanjut dan rutin bergilir di sekolah-sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved